Pembangunan Velodrome Diklaim Habiskan Dana Rp 545 M

Pembangunan Velodrome Diklaim Habiskan Dana Rp 545 M

Mercy Raya - Sport
Rabu, 25 Mei 2016 19:45 WIB
Pembangunan Velodrome Diklaim Habiskan Dana Rp 545 M
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Velodrome Rawamangun terus digenjot pembangunannya. Arena balap sepeda yang direncanakan untuk Asian Games 2018 itu diklaim menelan biaya 40 juta dolar AS (Rp 545 miliar).

Arena velodrome Rawamangun itu merupakan proyek penugasan dari Pemprov DKI Jakarta terkait prasarana olahraga untuk ajang Asian Games 2018. Satya Heragandhi, selaku PT Jakarta Propertindo, mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah mendapatkan kontraktor dan arsitek yang khusus untuk merancang velodrome, yaitu ES Global.

ES Global sendiri menjadi satu-satunya perusahaan kontraktor dari Inggris yang melakukan bidding dengan PT Jakpro dan yang memberikan penawaran di detik-detik terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang ingin kami sampaikan bahwa dalam mengemban tugas dari DKI Jakarta tidak mudah. Ada tantangan yang kami temui di lapangan, utamanya soal waktu," kata Satya.

"Idealnya membangun velodrome berstandar internasional membutuhkan waktu sekitar 36-48 bulan. Namun, untuk level Asian Games ini kita punya tantangan yang lebih tinggi karena harus menyelesaikan velodrome dalam waktu 24 bulan. Itu juga yang akhirnya membuat kami harus menyeleksi 5 vendor dunia. Dari lima itu yang berani melakukan penawaran hanya dua perusahaan. Dari dua itu, ES Global-lah yang muncul di detik-detik terakhir," sambungnya.

Namun begitu, Satya meyakini jika ES Global memiliki kredibilitas perusahaan kontraktor yang bagus. Pasalnya, saat ini ES Global saat ini tengah membangun velodrome untuk Olimpiade di Brasil dan Queensland, Australia.

Sementara itu, Direktur ES Global, Olly Watts, mengatakan pembangunan rencanannya akan kelar pada Juni 2018. Dimana waktu pembangunan akan memakan biaya anggaran sekitar 40 juta dolar AS. Anggaran ini dinilai lebih rendah dibandingkan anggaran pembangunan velodrome di Brasil dan Queensland.

"Untuk velodrome Olimpiade itu waktu pengerjaannya tiga kali lebih panjang, dan biayanya empat kali lipat lebih tinggi dari pembangunan velodrome di Jakarta," ungkap Watts.

Meski anggarannya tidak terlalu tinggi, Watts menjamin velodrome nanti tetap berstandar Internasional.

"Ini merupakan suatu penghormatan bagi kami ES Global bisa diberi kepercayaan untuk membangun velodrome di Indonesia," tandas Watts.


(mcy/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads