Velodrome Rawamangun Juga Diharapkan Berguna untuk Kegiatan Lain

Velodrome Rawamangun Juga Diharapkan Berguna untuk Kegiatan Lain

Mercy Raya - Sport
Kamis, 26 Mei 2016 00:13 WIB
Velodrome Rawamangun Juga Diharapkan Berguna untuk Kegiatan Lain
Foto: Taufan Noor
Jakarta - PT Jakarta Propertindo bersama perusahaan kontraktor ES Global tak ingin menjadikan Velodrome Rawamangun sebagai venue balap sepeda saja, tetapi lebih dari itu.

Richard Coulson, sebagai arsitek dari ES Global yang bertugas untuk membuat desain velodrome, mengharapkan velodrome juga bisa dinikmati oleh masyarakat umum guna keperluan lain. Dia juga mengatakan, velodrome yang akan dibangun nanti sifatnya untuk jangka panjang. Artinya, venue ini tidak hanya menjadi kawasan untuk balap sepeda saja, tetapi bisa digunakan untuk skala perhelatan yang lainnya.

"Kami membangun velodrome ini tidak hanya untuk Asian Games saja tapi lebih dari itu. Misalnya untuk multievent di luar Asian Games, juga bisa menjadi arena yang mudah dinikmati untuk masyarakat umum untuk keperluan lain di luar itu," ujar Coulson.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, bagian tengah lintasan velodrome bisa bertransformasi menjadi lapangan badminton, gulat, futsal, serta lapangan lainnya.

"Seperti yang bisa Anda bayangkan bahwa trek lintasan yang akan kami buat akan sangat luas sekali yaitu 30x70 meter. Jadi, jika ingin mengganti dengan lapangan cabor lain seperti badminton atau gulat bisa dengan mengganti garisnya."

[Baca Juga: Pembangunan Velodrome Diklaim Habiskan Dana Rp 545 M]

Lebih jauh, ia juga menerangkan bahwa nantinya bagian atap dan dinding velodrome akan terbuat dari membran (lembaran bahan tipis) sehingga cahaya matahari pada siang hari tetap masuk tanpa menggunakan cahaya buatan. Begitu dengan malam hari, cahaya dipastikan tetap akan masuk.

"Sementara untuk lintasannya akan dibuat dari kayu Siberia, di mana kapasitas tempat duduknya akan terdiri dari 2.000 kursi permanen dan 1.000 tempat duduk tambahan. Untuk bagian dalam lapangan velodrome nantinya bisa diubah menjadi tempat lapangan badminton, gulat, atau futsal."

"Di samping itu kami juga masukan arena plaza dan mengakomodasi transportasi publik untuk mengantarkan penonton ke velodrome dan jalur masuk dan keluar arena," kata Coulson.

(mcy/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads