Atlet Pelatnas Daerah DKI Jakarta, Inca Mayasari, misalnya. Inca, yang baru pertama kali ikut JCIFC III, akan turun di nomor women foil (senior/open) di kejuaraan yang berlangsung hari Sabtu (28/5/2016) ini sampai Minggu (29/5) besok.
"Karena ini sifatnya open, saya juga tidak tahu siapa yang akan menjadi lawan saya apakah atlet pelatda atau atlet mana, yang penting kasih yang terbaik saja. Ujungnya ini sebenarnya untuk ujicoba menuju PON," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kompetisi atau turnamen anggar di Indonesia itu jarang sekali, apalagi yang berskala internasional. Makanya sekalinya ada event ini saya senang sekali. Ibaratnya kita cuma bayar ongkos bensin dan pendaftaran saja bisa ujicoba dengan atlet-atlet dalam dan luar negeri. Ini kesempatan dan tolak ukur latihan saya menuju PON nanti," kata Inca yang mewakili klub University Binus ini.
Ada pula atlet Pelatda Sumatera Selatan, Ricky Dhisullimah, yang datang ke ajang ini untuk menimba ilmu dengan cara mempelajari atlet-atlet anggar dari luar negeri.
"Saya tidak ikut turun cuma ingin melihat saja seperti apa tapi paling tidak jadi pelajaran untuk di PON juga," kata Ricky.
Ricky sebelumnya pernah tampil di di Kejuaraan Nasional. Ia juga sudah turun di level internasional, yakni SEA Games 2015 Singapura. Saat itu ia dan timnya memperoleh medali perak nomor beregu sabre akibat kalah dari Vietnam di final.
"DI PON nanti saya masih turun di nomor individu dan beregu senjata sabre. Targetnya sih tentu medali emas, cuma kalau melihat peta persaingannya cukup ketat ya. Kita lihat atlet-atlet daerah lain dikirim ke Korea untuk bisa ujicoba di sana. Ya, kalau saya yang penting berlatih saja. Mudah-mudahan bisa kasih medali emas untuk daerah saya," sebutnya.
(mcy/krs)











































