Dalam pertarungan yang berlangsung di Radisson Victoria Plaza, Montevideo, Uruguay, Sabtu (4/6/2016) malam, Daud menang angka mutlak 97-92, 96-93, dan 97-92. Petinju berusia 28 tahun itu sebenarnya mendominasi pertarungan, namun Coria, yang lebih banyak bergerak dan menghindari pukulan, membuatnya sempat kesulitan untuk memasukkan pukulan.
Di ujung ronde pertama, Daud sempat dibuat jatuh berlutut oleh Coria. Namun, ia masih mampu bangkit dan melanjutkan pertarungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di ronde-ronde berikutnya, Daud tampil agresif. Dari ronde keenam hingga kedelapan, beberapa hook Daud berhasil mengenai Coria, yang lantas membuat petinju berusia 33 tahun itu berusaha memeluk untuk meredam serangan Daud.
Kendati sudah mendapatkan beberapa pukulan, Coria masih tetap bertahan. Alhasil, Daud pun meraih sabuk juara kelas ringan WBA Internasional lewat angka.
"Memang banyak petinju Amerika Latin yang tidak mudah ditaklukkan, levelnya ukup tinggi. Dan setiap pertarungan saya semakin lama semakin meningkat dan seperti kita lihat tadi, Coria cukup memberi perlawanan."
"Karena saya disiplin mendengarkan corner saya, Damianus (kakaknya, red), Craig (Christian, pelatihnya) dan mereka memebrikan instruksi yang sangat bagus. Terbukti tadi semua sesuai dengan harapan."
"Dan khususnya berkat doa dari masyarakat Indonesia, khususnya orang tua saya, saudara saya, dan bapak angkat saya, bapak Osman Sapta sehingga saya bisa membawa sabuk ini ke Indonesia. Ini menjadi kebanggaan untuk kita semua dan praktisi tinju menyebut saya sebagai 'Last of the Mohican' di tinju Indonesia. Terima kasih atas support-nya," kata Daud.
(roz/mfi)











































