Maria Londa selama ini sering pindah-pindah lokasi berlatih. Dia lebih senang menghabiskan waktunya untuk latihan di lapangan berpasir di Denpasar, Bali. Sulitnya mencari tempat latihan, khususnya trek sintetis, membuat dia belum maksimal menjalani latihan menuju Olimpiade 2016.
Kendala tersebut pun telah disampaikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi beberapa waktu lalu. Sebagai bentuk dukungannya, Imam berjanji akan mengabulkan permintaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Puji Tuhan ini menjadi motivasi tersendiri atas apa yang kita perjuangankan. Tinggal bagaimana motivasi dari saya untuk membawa emas di Olimpiade 2016. Dengan trek ini, pelatnas bisa berjalan baik dan maksimal," ujar Maria, Minggu (19/6).
![]() |
Peraih medali emas Asian Games 2014 ini mengaku persiapannya selama ini sudah cukup baik, salah satunya mengenai teknik di udara bersama sang pelatih I Ketut Pageh. Dengan adanya trek sintetis itu, Maria menilai dia bisa merasakan trek sesungguhnya seperti di Brasil nanti.
Dalam kesempatan itu, Menpora Imam juga datang memberikan tambahan motivasi bagi Maria. Dia berharap Maria bisa lebih maksimal dalam mempersiapkan diri dan memberikan kejutan untuk Indonesia.
"Kita siapkan tiga hari lagi, bahwa Maria sudah berlatih (dengan trek sintetis). Maria Londa ini sering buat kejutan, semoga akan ada sejarah di Olimpiade," kata Imam.
Imam memang sengaja mengunjungi pelatnas cabor voli, renang, BMX dan Maria Londa di Bali. Kedatangannya itu ditemani oleh Deputi Peningkatan Prestasi Gatot S Dewa Broto, Chief de Mission Olimpiade, Raja Sapta Oktohari dan Kasatlak PRIMA Ahmad Sutjipto serta wakilnya, Taufik Hidayat. (ads/din)












































