Yang terdekat adalah untuk persiapan Olimpiade Rio de Janeiro, pada 5-21 Agustus mendatang.
Deputi IV Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dan mencairkannya dana sebesar Rp 35 miliar kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Dana itu rencananya akan digunakan sebagai akomodasi atlet selama di Brasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pihaknya juga telah memerintahkan PPK Prima untuk menyelesaikan masalah suplemen cabang olahraga, seperti dayung dan angkat besi.
Untuk diketahui, pengadaan suplemen pada tahun 2015 sebenarnya sudah cukup banyak. Tapi yang jadi masalah adalah kualitas suplemen itu tidak sesuai untuk kebutuhan atlet angkat besi dan dayung sehingga perlu ada pengadaan baru, dan diharapkan dalam dua hari ke depan bisa selesai.
"Begitu pula soal lima matras di pelatnas PBSI yang harus segera diganti dalam waktu satu minggu ini. Sebab, cabang bulutangkis pada 28 Juli akan berangkat ke Sao Paulo guna training camp, sehingga harus segera selesaikan," tambahnya.
"Sementara masalah peralatan jika memang urgen tinggal dibicarakan kepada pihak PPK. Supaya tidak ada keluhan dari atlet dan ofisial.
"Yang butuh peralatan (baru), tinggal diatur administrasinya sejauh itu memang bisa dipertanggungjawabkan. Jadi tidak ada cerita lagi atlet berangkat kurang A, B, dan C," Gatot menegaskan.
Tak hanya itu, Kemenpora juga meminta kepada setiap cabang untuk memastikan alat yang akan dibawa dari Indonesia menuju Brasil agar segera didaftarkan ke pihak penerbangan.
"Jadi minimal mereka sudah mendaftarkan peralatannya jauh-jauh hari. Intinya kami saat ini tengah dalam memastikan semua hal-hal teknis demi kelancaran atlet selama tanding di Rio nanti," simpulnya.
(mcy/a2s)











































