Kemenpora Pastikan Tidak Ada Keterlambatan Peralatan dan Uang Saku

Kemenpora Pastikan Tidak Ada Keterlambatan Peralatan dan Uang Saku

Mercy Raya - Sport
Selasa, 21 Jun 2016 09:13 WIB
Kemenpora Pastikan Tidak Ada Keterlambatan Peralatan dan Uang Saku
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Keterlambatan uang saku dan peralatan selalu menjadi momok jelang multiajang. Namun, hal itu diyakini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tak akan terjadi lagi.

Yang terdekat adalah untuk persiapan Olimpiade Rio de Janeiro, pada 5-21 Agustus mendatang.

Deputi IV Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dan mencairkannya dana sebesar Rp 35 miliar kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Dana itu rencananya akan digunakan sebagai akomodasi atlet selama di Brasil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Persiapan soal Olimpiade sudah oke. Masalah uang 35 miliar sudah turun sejak Jumat (17/6) kemarin ke KOI. Jadi aturannya adalah dari KPPN (Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara) lalu ke KOI, kemudian ke Chief de Mission," kata Gatot, di Pasific Place, Jakarta, Senin (20/6) malam.

Selain itu, pihaknya juga telah memerintahkan PPK Prima untuk menyelesaikan masalah suplemen cabang olahraga, seperti dayung dan angkat besi.

Untuk diketahui, pengadaan suplemen pada tahun 2015 sebenarnya sudah cukup banyak. Tapi yang jadi masalah adalah kualitas suplemen itu tidak sesuai untuk kebutuhan atlet angkat besi dan dayung sehingga perlu ada pengadaan baru, dan diharapkan dalam dua hari ke depan bisa selesai.

"Begitu pula soal lima matras di pelatnas PBSI yang harus segera diganti dalam waktu satu minggu ini. Sebab, cabang bulutangkis pada 28 Juli akan berangkat ke Sao Paulo guna training camp, sehingga harus segera selesaikan," tambahnya.

"Sementara masalah peralatan jika memang urgen tinggal dibicarakan kepada pihak PPK. Supaya tidak ada keluhan dari atlet dan ofisial.

"Yang butuh peralatan (baru), tinggal diatur administrasinya sejauh itu memang bisa dipertanggungjawabkan. Jadi tidak ada cerita lagi atlet berangkat kurang A, B, dan C," Gatot menegaskan.

Tak hanya itu, Kemenpora juga meminta kepada setiap cabang untuk memastikan alat yang akan dibawa dari Indonesia menuju Brasil agar segera didaftarkan ke pihak penerbangan.

"Jadi minimal mereka sudah mendaftarkan peralatannya jauh-jauh hari. Intinya kami saat ini tengah dalam memastikan semua hal-hal teknis demi kelancaran atlet selama tanding di Rio nanti," simpulnya.

(mcy/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads