Presiden Direktur PT Jakarta Propetindo (Jakpro) Satya Heragandhi mengatakan, Jakpro sebagai BUMD Pemprov Jakarta diberi tugas untuk mengurusi hal-hal terkait penyediaan prasarana dan sarana Asian Games. Di antaranya Light Rail Transit (LRT) Jakarta, velodrome, dan equestrian di Komplek Olahraga Rawamangun, Jakarta Timur.
Ketiga proyek itu pun secara resmi sudah diluncurkan oleh pihaknya dengan menghadirkan antara lain Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari. Peresmian dilakukan pada Rabu (22/6/2016) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau masalah bidding kontraktor sebenarnya sudah. Yang belum kami dapatkan adalah persetujuan untuk desainnya," kata Satya.
Ditambahkan dia, jika nanti ada perubahan mungkin saja pembangunannya bisa mundur, meski sebenarnya timnya sudah siap untuk pengerjaan.
"Yang jelas, target kami secepat-cepatnya itu 14 bulan jika perhitungan kita mulai Juni-Juli. Itu selambat-lambatnya ya."
Kendati belum ada persetujuan desain, Satya tidak pasif menunggu. Pihaknya telah melakukan persiapan awal seperti menutup kawasan area pacuan kuda, hingga melakukan pengurukan di kawasan Pulomas seluas 35 hektar itu, supaya tidak terjadi banjir.
"Pulomas ini dulunya tidak banjir, tapi beberapa tahun ini banjir. Karenanya (lahan) perlu dinaikkan dan urukan itu 1,5 sampai 2 meter supaya tidak banjir. Kantong parkir juga sudah mulai dilakukan,"ungkap dia.
![]() |
Menyoal dana, kata Satya, ketiga proyek tersebut rencananya dibayar oleh APBD DKI Jakarta dengan LRT yang menelan anggaran sekitar Rp 4,5 triliun. Adapun velodrome diperkirakan menelan biaya Rp 40 juta dolar AS, serta equestrian sekitar Rp 345 miliar.
Khusus LRT nantinya akan dibangun dengan rute Kelapa Gading-velodrome-Rawamangun. Sementara pengerjaan velodrome akan dilakukan bersama desainer dan kontraktor dari ES Global. Sedangkan arena equestrian mendapat pengawasan langsung dari Federasi Equestrian Asia.
"Nantinya kita akan memiliki velodrome tercantik di Asia dan pembangunannya langsung diawasi langsung oleh Union Cyliste Internationale (UCI). Demikian pula arena equestrian yang nantinya akan diawasi oleh AEF dan mendapat sertifikat bebas penyakit kuda," imbuh Satya.
![]() |













































