Maria merupakan atlet Indonesia pertama yang lolos kualifikasi di pesta multiajang terakbar tahun ini. Ia mengamankan tiket setelah melompat sejauh 6,70 meter, sekaligus meraih medali emas, di SEA Games 2015 di Singapura.
Menuju Olimpiade ini Maria mengatakan intensitas latihannya sudah memasuki fase khusus, yang artinya lebih banyak latihan teknik dan kecepatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar itu, peraih medali emas Asian Games 2014 Incheon ini juga melakukan persiapan lain, seperti mulai menginventarisir perlengkapan yang dia butuhkan di Brasil, hingga peralatan latih dan tanding di sana.
Maria baru dijadwalkan bertolak ke Brasil pada 27 Juli. Ia akan berangkat bersama atlet panahan dan Chef de Mission Olimpiade, Raja Sapta Oktohari.
Diakui wanita kelahiran 29 Oktober 1990 itu, perjalanan jauh bisa membuat badannya kaku dan jet lag. Untuk itu, ia pun terus menjaga kondisinya jelang keberangkatan.
"Kita harus bisa jaga kondisi. Mungkin sempatkan stretching di pesawat supaya badan tidak terlalu kaku," ujarnya.
"Persiapan lain seperti bawa sepatu lebih dari satu pasang karena di sana akan lumayan lama juga latihannya. Satu lagi yang tak boleh lupa: bawa abon (makanan)," lanjut dia.
Kebiasaan membawa abon, dikatakan Maria, sudah lama ia lakukan, di hampir setiap kejuaraan yang ia ikuti.
"Setiap ke luar negeri itu makanan wajibnya pasti abon. Karena takut kalau tidak cocok makanan di sana, 'kan masih ada abon. Nah, untuk lainnya saya biasa minum suplemen untuk tulang dan persendian," pungkasnya.
Foto: Chung Sung-Jun/Getty Images |
(mcy/a2s)












































Foto: Chung Sung-Jun/Getty Images