Pegolf Kelas Dunia Siap Tempur

Golf Indonesia Open 2005

Pegolf Kelas Dunia Siap Tempur

- Sport
Rabu, 23 Mar 2005 14:49 WIB
Jakarta - Beberapa pegolf kelas dunia mengaku siap tempur di turnamen Standard Chartered Indonesia Open 2005 di Jakarta. Cuaca panas tidak mereka anggap sebagai masalah. Demikian diungkapkan empat pegolf terkenal Zhang Lian-Wei, Thong Chai Jaidee, Paul McGinley dan Colin Montgomery saat ditemui wartawan di Lapangan Golf Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/3/2005) pagi. Mereka hadir dalam rangka mengikuti turnamen 18 hole pada 24-27 Maret nanti. "Saya siap tampil di sini. Mungkin Thong Chai adalah pegolf nomor satu dunia di Asia, tapi saya juga berada tepat di belakangnya. Saingan saya bukan hanya Thong Chai, Montgomery. Yang lain juga saya anggap saingan kuat, makanya saya akan melakukan yang terbaik," tutur pegolf nomor satu Cina, Zhang Lian Wei.Zhang yang pernah ke Indonesia di tahun 1996 di Volvo Master menuturkan dirinya lebih memilih datang ke Jakarta dikarenakan ingin mengulangi kesuksesan yang sama. Di Volvo Master tersebut Zhang menjadi juara. Thong Chai sendiri mengaku gembira bisa hadir di Jakarta. Apalagi golf course yang menjadi venue pertandingan sangat memenuhi standar internasional. Meski Thong Chai sempat beristirahat selama dua minggu, ia optimis bisa memberikan penampilan terbaiknya. "Setelah menghabiskan waktu libur dengan keluarga, praktis saya tidak begitu banyak berlatih. Akan tetapi di minggu ini saya yakin bisa tampil prima dan hasil latihan 9 hole kemarin cukup bagus," ujar pegolf asal Thailand ini.Lain dengan pegolf-pegolf dari kawasan Asia di atas, Paul McGinley dan Colin Montgomery mengaku cukup terkesan dengan Indonesia di mana mereka baru pertama kali berkunjung. "Di sini cuacanya enak, saya lebih suka di tempat yang panas ketimbang di daerah saya (Irlandia) yang sangat berangin. Jadi, cuaca no problem, tak berpengaruh. Selain itu di sini caddy girls-nya cantik-cantik, mungkin karena saya ini aslinya orang Asia kali ya," canda McGinley pemenang Ryder Cup 2004. "Kalau untuk pegolfnya, terus terang saya belum pernah melihat pegolf Indonesia bermain. Tetapi kalau untuk pemain Asia saya cukup appreciate kepada mereka cukup bersaing di level Eropa. Standar pukulan mereka cukup fantastik, bahkan dalam beberapa turnamen 70 persen pesertanya adalah pemain Asia," tambahnya. Hal senada juga dilontarkan oleh pemenang 7 kali berturut-turut European Tour Order of Merit, Montgomery. Ia tidak memusingkan masalah cuaca ataupun dekatnya arena golf dengan bandara lataran semua hal itu sudah pernah dialaminya. Dengan demikian ia cukup percaya diri bisa memenangkan turnamen berhadiah total US$ i juta itu. "Seperti di Malaysia dan Singapura, kompetisinya juga dekat dengan bandara. Untuk cuaca memang perlu menyesuaikan, tetapi dua hari ini saya sudah bisa adaptasi, jadi tak ada masalah," ungkap Montgomery yang baru saja meraih gelar runner up di Caltex Masters di Singapura, Januari lalu."Target saya bermain yang terbaik dan menang di empat hari kompetisi ini, masalah lain seperti apakah ikut Masters atau US PGA Tour itu soal belakangan," tandasnya.Sementara itu CEO Standard Chartered Indonesia Stewart Hall mengungkapkan kegembiraanya atas kehadiran pegolf-pegolf kelas dunia di Jakarta. Menurutnya ajang ini selain untuk kemajuan olahraga khususnya golof, juga menjadi acuan bagi negara-negara asing bahwa Indonesia kondusif dan mempunyai prospek ekonomi dan bidang lainnya. Hall pun menegaskan bahwa Indonesia Open akan terus berlanjut di tahun berikutnya dikarenakan sudah masuk event tahunan European Tour/Asia Tour. "Kompetisi ini akan jadi kalendar tahunan. Jadi tahun depan tentu akan kembali diselenggarakan, mungkin tidak di Jakarta lagi kita cari tempat golf bagus di daerah lainnya," tandas Hall. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads