Program Kepelatihan Lisensi Fisioterapi Digelar Besok di Jakarta

Amalia Dwi Septi - Sport
Jumat, 15 Jul 2016 18:19 WIB
Foto: detikSport/Amalia Dwi Septi
Jakarta - Perhimpunan Fisioterapi Olahraga Indonesia (PFOI) akan menggelar program kepelatihan lisensi fisioterapis untuk meningkatkan kualitas ilmu menangani cedera atlet.

Program kepelatihan lisensi fisioterapi level 1 itu dilangsungkan selama dua hari, pada 16-17 Juli, di Universitas Esa Unggul, Jakarta. Kegiatan ini bekerja sama dengan Australian Physiotherapy Association (APA), Internasional Federation Sport Physiotherapy (IFSPT), dan Sport Medicine Australia (SMA).

Ketua PFOI Syahmirza Indra Lesmana mengatakan bahwa program ini diadakan untuk membantu fisioterapis-fisioterapis di Indonesia untuk bisa berlevel Internasional. Menurutnya, sejauh ini belum ada fisioterapis Tanah Air yang memiliki lisensi dunia dan cuma sebagai praktisi.

"Kami ingin Indonesia memiliki fisioterapis yang benar-benar teroganisir dengan internasional. Seharusnya fisioterapis bisa memberikan manfaat besar, bagi atlet dan masyarakat memperpendek cedera. Ini yang sedang dibangun, kami akan mengadakan pelatihan fisioterapis seluruh Indonesia," ujar Indra, Jumat (15/7).

Kegiatan kepelatihan ini rencananya akan diikuti oleh 50 peserta yang diikuti oleh fisioterapis olahraga sepakbola mulai dari klub PSM Makassar, cabor atletik, dan klinik-klinik fisioterapis yang bekerja sama dengan Satlak Prima.

Menurut Indra, sejatinya ada tiga tingkatan untuk mengejar gelar master fisioterapis yakni lisensi level 1 sampai 3. Namun, hingga kini masih sangat minim fisioterapis yang memiliki pendidikan tersebut.

Pada kesempatan yang sama Assoc Prof Mark Brown, anggota SMA, menyebut bahwa Indonesia tidak memiliki fisioterapis level dunia. Oleh karena itu, pihaknya ingin menyadarkan bahwa pentingnya meningkatkan ilmu kepelatihan fisioterapi yang berstandar internasional.

"Di Indonesia yang saya tahu belum ada. Kami ingin membantu kepada fisioterapis Indonesia bisa meningkatkan diri dengan level dunia," kata Mark Brown.

Targetnya, program kepelatihan fisioterapi ini bisa membantu event Asian Games 2018 untuk menyumbangkan fisioterapis-fisioterapis profesional. Nantinya, PFOI akan bekerja sama langsung dengan Satlak Prima.



(ads/krs)