Pelatih nasional renang, Albert C. Sutanto, mengatakan pemilihan kedua atlet itu sudah melalui rapat yang alot di antara pengurus PRSI. Awalnya, pelatih menyodorkan nama I Gede Siman Sudartawa dan Yessy.
[Baca Juga: Jalur Kualifikasi Tertutup, Renang Pakai Jalur Wildcard ke Olimpiade]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya memang kami mengusulkan Siman karena dia sebagai penerima Olympic Scholarship dan dijelaskan juga di agreement-nya memang, jika ambil jalur wildcard, maka penerima OS yang wajib berangkat. Tapi, Waketum punya pandangan lain, akhirnya diputuskan tetap Glenn dan Yessi yang akan berangkat ke Brasil, dengan pertimbangan keduanya memiliki poin teratas di FINA," kata Albert ketika dihubungi detikSport, Jumat (15/7/2016).
Yessy nantinya akan turun di nomor 200 meter gaya punggung putri, sedangkan Glenn akan turun di nomor 100 meter gaya punggung putra.
"Ya, mudah-mudahan (tidak akan jadi masalah). Pasalnya, KOI juga sudah menyetujui," tambahnya.
Saat ini, kata Albert, yang perlu dilakukan timnya adalah memaksimalkan lagi program latihan yang mereka lakukan. Terlebih sisa waktu penyelenggaraan Olimpiade kurang dari sebulan lagi.
"Ya, waktu yang ada memang sudah sangat mepet jadi kita hanya me-maintaining (menjaga/konsisten latihan, red) saja. Target kami adalah personal best saja," kata Albert.
Sebagai gambaran, sebelum akhirnya PRSI memakai jalur wildcard, Siman Sudartawa dkk. sebelumnya telah melakukan berbagai upaya untuk bisa lolos limit Olimpiade. Mereka ikut jalur kualifikasi Olimpiade limit A di Prancis Terbuka, namun hasilnya gagal.
Alhasil PRSI mencoba menempuhnya dengan jalur kualifikasi limit B. Tapi, hal itu pun tak berujung keberhasilan. FINA mengumumkan bahwa tidak satu pun dari perenang Indonesia yang dapat memenuhi syarat kualifikasi B untuk berpartisipasi di Olimpiade 2016 Rio.
(mcy/roz)











































