"Sebagian sudah diberikan karena ada beberapa yang sudah berangkat duluan seperti cabang angkat besi, mereka sudah di Cape Town," kata Okto ketika ditemui di kantornya, Plaza FX, Senin (18/7/2016).
Sejak ditetapkan menjadi CdM, Okto sempat berjanji untuk memberi bonus sebesar Rp 100 juta kepada setiap atlet yang lolos ke Olimpiade. Namun, bonus itu hanya diberikan kepada setiap atlet yang lolos melalui jalur kualifikasi saja, sementara penerima jalur wildcard tak mendapatkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah menjadi komitmen kami yang lolos dapat kualifikasi saja. Kalau wildcard itu kan dapatnya saat akhir-akhir, jadi yang lolos kualifikasi saja yang dapat medalinya," tukasnya.
Meski ada perbedaan dalam pemberian bonus, pihaknya memastikan tidak akan membedakan perlakuan akomodasi antara atlet yang menerima wildcard dengan yang melalui jalur kualifikasi. Hal dibuktikannya dengan tetap diberikannya kepada 28 atlet yang akan berangkat ke Brasil. Mereka akan terbang menggunakan business class.
Menyoal tebang pilih yang dilakukannya dalam pemberian bonus, Okto menilai hal itu bukan masalah. Pasalnya, janji bonus yang diberikannya itu merupakan suntikan semangat kepada atlet yang kala itu tengah melakoni kualifikasi untuk meloloskan atletnya ke Olimpiade.
Terpisah, lifter nasional Indonesia, Deny mengaku sudah menerima bonus dari CdM sebelum lebaran Idul Fitri berlangsung, 5 Juli lalu.
"Sudah, diberikan sebelum lebaran kemarin," kata Deni lewat pesan singkatnya, terpisah. (mcy/din)











































