Kemenpora telah menyiapkan dana sebesar Rp 35 miliar untuk akomodasi atlet di Olimpiade 2016. Jumlah itu diyakini akan memenuhi seluruh kebutuhan atlet selama di Brasil. Namun, dua pekan jelang keberangkatan kontingen Indonesia ke Rio, pada 27 Juli mendatang, KOI baru menerima sekitar Rp 24,5 miliar. Masih kurang sekitar Rp 10,5 miliar untuk melunasi angka awal.
Deputi IV Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, mengakui pihaknya baru menggelontorkan sekitar 70 persen dari Rp 35 miliar. Namun itu dilakukan karena menyesuaikan dengan ketentuan proses pencairan yang diatur oleh Kementerian Keuangan. Di mana dalam ketentuan tersebut, lebih dulu dikucurkan 70 persen, sedangkan sisanya menyusul menunggu sampai selesainya administrasi terhadap pengeluaran pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, Gatot optimistis, sisa dana yang belum dicairkan akan rampung sebelum kontingen bertolak ke Rio. Pihak KOI telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya saat ini tengah mempercepat proses laporan administrasi pencarian dana awal.
"Saya sudah minta kepada Asisten Deputi Prestasi Olaharga Chandra Bakti untuk menanyakan soal laporan administrasinya kepada KOI. Mereka untuk mempercepat. Ini supaya kontingen, ofisial dan atlet bisa lebih fokus dan tidak kepikiran lagi dengan hal-hal seperti ini," ujar dia.
Tak hanya itu, Gatot juga tidak ingin kejadian kontingen Indonesia terpaksa membawa uang cash di detik-detik jelang penerbangan ke Olimpiade London, empat tahun lalu, terulang. Meski diakui Gatot, dana Rp 35 miliar sebenarnya masih kurang dari ideal. Sebab sebelumnya baik KOI dan CdM meminta lebih dari angka itu, yaitu 45 miliar.
"Saya tidak ingin seperti itu, karenanya jauh-jauh hari ini sudah harus beres. Sebab prinsip saya kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit," pungkas dia. (mcy/din)











































