DetikSport
Senin 25 Juli 2016, 12:05 WIB

Jelang Olimpide, Latihan Tim Panahan Kian Fokus

Mercy Raya - detikSport
Jelang Olimpide, Latihan Tim Panahan Kian Fokus Foto: detiksport/raya
Jakarta - Dua hari jelang keberangkatan ke Brasil, pengawasan untuk atlet panahan Indonesia diperketat, termasuk saat menghadapi media massa -- supaya lebih fokus.

Senin (25/7) pukul 09.00 WIB, empat pepanah Indonesia Ika Yuliana Rochmawati, Riau Ega Agata Salsabila, M. Hanif Wijaya, dan Hendra Purnama sudah bekutat dengan busur dan anak panahnya. Bolak balik mereka memanah, kemudian mengambil anak panah yang sudah menusuk papan sararan. Begitu mereka lakukan hingga kurang lebih selama satu jam.

Sesekali juga mereka melakukan istirahat untuk bercengkrama dengan para pengurus PP Perpani, Chef de Mission Raja Sapta Oktohari, dan Kasatlak Prima Achmad Soetjipto.

Ya, hari ini memang pelatnas panahan Indonesia dijadwalkan menerima kunjungan dari Kemenpora, Satlak Prima, dan CdM. Hal ini untuk melihat perkembangan latihan atlet sekaligus pelepasan. Sebelumnya, sekitar tiga pekan lalu mereka melakukan latihan di kawasan Prambanan, Yogyakarta. Baru hari ini mereka melakukan latihan kembali di lapangan panahan Senayan. Sayang, di sela-sela masa istirahat mereka, para pewarta dilarang untuk bertanya langsung dengan si atlet.

Tak hanya atlet, pelatih pun enggan buka mulut perihal perkembangan atlet. Kata, Soetjipto, atlet panahan tidak bisa diwawancara supaya tidak terganggu fokusnya.

"Kami tidak memperbolehkan atlet tanya supaya tidak ada distraction. Mereka sudah harus fokus karena akan berangkat ke Brasil," tegas Pak Tjip, di Lapangan Panahan, Senin (25/7/2016), ketika pewarta mencoba untuk menggali pertanyaan.

Senada, dengan Tjip, Ketua Umum PP Perpani, Siti Hediati Hariyadi pun meminta maaf atas hal tersebut.

"Ya, memang mereka harus rileks ya. Tidak boleh ada pressure dan lainnya, jadi minta maaf belum bisa diwawancara oleh wartawan. Kalaupun mau wawancara mestinya satu bulan lalu. Tapi kalau dekat-dekat begini diimbau jangan diberi beban untuk ditanya ini itu. Supaya mereka berangkatnya santai dan bisa bertanding dengan baik," kata wanita yang lebih terkenal dengan nama Titiek Soeharto tersebut.

"Sebetulnya mereka latihan sudah bagus. Dua tiga minggu lalu juga mereka latihan di Yogyakarta dan hasilnya juga bagus. Kita meningkat. Jadi panahan ini tinggal keberuntungan. Mudah-mudahan keberuntungan ada di tangan Indonesia," tambahnya menyoal apa yang perlu dimatangkan si atlet.


Dengan meloloskan empat atlet di tiga nomor Olimpiade, perorangan recurve putra, perorangan recurve putri, dan recurve beregu putra, Titiek berharap panahan bisa meraih sukses merebut medali pada multiajang olahraga terbesar di dunia yang akan beralngsung di Rio de Janeiro, 5 -21 Agustus.

"Alhamdulillah, kami dari tim panahan, dan saya selaku Ketua Umum merasa bangga bahwa kami bisa mengirim empat atlet kami untuk mengikuti Olimpiade di Brasil. Ini suatu hal yang tidak mudah untuk meraih tiket. Jadi kami mohon doanya dari masyarakat Indonesia, agar kami bisa bawa pulang medali karena kami punya sejarah yang baik. Dulu Indonesia pertama kali mendapat medali adalah dari cabang panahan, mudah-mudahan kali ini kami bisa bawa pulang medali," ungkap Titiek.

"Targetnya untuk tunggal putra dan putri itu medali perunggu. Kami tidak ingin muluk-muluk, lalu yang beregu kami targetkan medali perak. Tapi mudah-mudahan bisa lebih dari itu. Kami mohon doanya," pungkasnya.




(mcy/a2s)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed