Renovasi Molor, Yayuk Basuki Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Gelar AG 2018

Renovasi Molor, Yayuk Basuki Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Gelar AG 2018

Mercy Raya - Sport
Senin, 25 Jul 2016 19:51 WIB
Renovasi Molor, Yayuk Basuki Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Gelar AG 2018
Foto: PP Pelti/Dwiari Setyadi
Jakarta - Mantan petenis nasional dan anggota Komisi X DPR RI, Yayuk Basuki, mempertanyakan keseriusan pemerintah menyambut Asian Games 2018. Sebab, belum ada renovasi dan pembangunan venue sampai saat ini.

Pemerintah memang telah mengumumkan untuk mulai merenovasi venue untuk Asian Games 2018 mulai bulan Juli. Ada 14 venue di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta yang harus diperbaiki sesuai ketentuan Olympic Council of Asia (OCA). Itu masih ditambah dua venue yang harus dirombak total dan dibangun: Velodrome di Rawamangun dan venue berkuda di Pulo Mas.

Tapi faktanya, sampai saat ini pemerintah belum bergerak. Belum ada kegiatan renovasi bangunan di GBK. Bahkan menurut pemantauan detikSport, area pedestrian GBK yang sebelumnya telah diratakan oleh Satgas, cenderung dibiarkan begitu saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun lalu saya masih optimis. Tapi, ini sudah akhir Juli di tahun 2016, artinya tinggal sisa dua tahun lagi Asian Games bakal digelar. Padahal, venue sudah harus jadi semua karena akan digelar Asian Youth Games (AYG). Terus terang saya sama teman-teman di Panja mulai pesimistis," kata Yayuk, menyoal perkembangan Asian Games beberapa waktu lalu.

"Ya, nanti biar OCA saja yang menilainya seperti apa," ketus Yayuk.

Sementara itu, Deputi IV Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga yang juga anggota Satgas Infrastruktur Asian Games, Gatot S Dewa Broto, tak menyangkal jadwal renovasi molor dari jadwal. Gatot mengatakan ada beberapa bagian lelang pekerjaan renovasi yang belum rampung.

"Tapi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Basuki Hadimuljjono) telah memastikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Imam Nahrawi) bahwa pekerjaan renovasi venue Asian Games 2018 tidak akan mundur lagi. Ini dikarenakan sejumlah hal teknis," kata Gatot.

"Lebih baik mundur sedikit daripada nanti ada masalah pada pelaksanaannya," imbuh dia.

(mcy/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads