Persiapan Sudah 90%, Toni Masih Deg-degan Jelang Tampil di Olimpiade

Persiapan Sudah 90%, Toni Masih Deg-degan Jelang Tampil di Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Jumat, 05 Agu 2016 17:27 WIB
Persiapan Sudah 90%, Toni Masih Deg-degan Jelang Tampil di Olimpiade
Foto: ist.
Jakarta - Jelang tampil di Olimpiade persiapan Toni Syarifudin sudah mencapai 90%. Tapi di dalam hati dia menyimpan perasaan yang bercampur aduk.

"Ya deg-degan, ya tidak sabar juga, Mbak," kata Toni lewat pesan singkatnya kepada detikSport, Jumat (5/8/2016).

Toni menjadi satu-satunya atlet balap sepeda Indonesia yang tampil di Olimpiade 2016. Sepanjang sejarah olahraga balap sepeda Indonesia, dia merupakan pebalap ketujuh yang bertarung di Olimpiade.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini Toni tengah ditempa di San Diego, Amerika Serikat. Dia berada di sana bersama pelatihnya Dadang Haries Purnomo dan pelatih asal Amerika Serikat, Joey Bradford.

"Persiapannya lancar bisa dibilang sudai 90 persen. Memang baru ini bisa masuk trek yang replika Rio dan ternyata trek di sirkuit Chula Vista lebih besar di Rio. Tetapi lancar kok, sedikit demi sedikit bisa lebih baik," ujar Toni.

Atlet kelahiran 13 Juni 1991 itu mendapatkan tiket Olimpiade dengan penuh perjuangan. Melalui kerja sama dengan rekannya pebalap BMX putri, Elga Kharisma, poin Indonesia pun terdongkrak. Federasi balap sepeda dunia (UCI) kemudian mengumumkan bahwa Indonesia berhasil lolos di kategori putra dari realokasi kuota milik tuan rumah Brasil, yang berhasil meloloskan satu pembalap putra setelah menempati peringkat 12 dalam peringkat negara untuk kualifikasi Olimpiade.

Toni akhirnya masuk untuk melengkapi kuota 32 atlet yang akan berlaga di BMX Center, Deodoro Olympic Park. Toni baru akan memulai pertandingan pada 17 Agustus mendatang. Segala persiapan dilakukannya demi menunjang penampilan yang optimal.

"Mungkin (yang perlu dipertajam) lagi pada saat jumping karena kurang terbiasa dengan speed tinggi. Saya pun belum berani jumping melempar ke depan karena replika trek Olimpiade memang sangat besar, melebihi trek di Kolombia,"

"Kalaupun langsung ke trek yang besar bisa bahaya. Jadi step by step. Sekarang sudah lumayan tambah bagus," ungkapnya.

Ihwal pesaing yang bakal menjadi ganjalan di Olimpiade nanti, Toni menyebut Australia, Amerika, Belanda, dan Prancis akan menjadi lawan terberatnya.

Cabang balap sepeda pertama kali dipertandingkan di Olimpiade 1896. Adapun nomor yang dipertandingkan yaitu road race dan lima event trek. Lalu nomor balap sepeda mulai mempertandingan mountain bike racing pada 1996, diikuti nomor BMX pada 2008 di Beijing. (mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads