Korea Selatan Akan Jadi Lawan Terberat Pepanah Indonesia

Korea Selatan Akan Jadi Lawan Terberat Pepanah Indonesia

Mercy Raya - Sport
Jumat, 05 Agu 2016 19:57 WIB
Korea Selatan Akan Jadi Lawan Terberat Pepanah Indonesia
Foto: Pool
Jakarta - Indonesia menargetkan meraih medali dari cabang memanah. Lawan terberat yang akan dihadapi atlet Indonesia akan datang dari negara-negara Asia, terutama Korea Selatan.

Berbekal gelar juara dalam kejuaraan memanah di Turki, Indonesia memasang target medali di Olimpiade 2016. Indonesia mengirim empat orang atlet, tiga putra dan satu putri.

Legenda panahan Nurfitriyana Saiman mengatakan calon lawan sengit yang akan dihadapi adalah negara-negara Asia, seperti Korea Selatan, Taipei, dan Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korea Selatan masih menjadi lawan tangguh. Mereka itu memiliki teknik yang akurat dan sempurna. Taipei dan Jepang juga bagus, pokoknya negara-negara Asia itu berat. Kalau Eropa kan timbul tenggelam prestasinya," kata Nurfitriyana, menyoal peta persaingan panahan saat ini.

Selain itu, konsistensi Korea Selatan sebagai pemegang rekor juara baik di putra maupun putri tak bisa dipungkiri. Korsel memegang rekor sejak Olimpiade Sydney tahun 2000.

Di luar itu, Korsel nyatanya menjadi negara pendulang emas terbanyak di Olimpiade yaitu 34 medali, dengan rincian 19 emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Menyusul posisi dua terbanyak Amerika Serikat total 32 medali, dan Belgia 20 medali.

Korea Selatan turun dengan kekuatan terbaik di Olimpiade 2016 ini. Pepanah terbaik di dunia saat ini, Ki Bo-Bae, akan turun bertanding. Juga peraih medali perak Kejuaraan Dunia, Aida Roman dari Meksico juga memastikan keikutsertaannya pada multievent paling bergengsi di dunia tahun ini.

Kendati begitu, Indonesia didukung sistem pertandingan yang membuat setiap negara memiliki peluang untuk rebut medali. Sebagai gambaran, ada 64 pemanah yang siap bertanding di babak kualifikasi pada 5 Agustus, waktu setempat. Nantinya dari 64 itu masing-masing akan melakukan tembakan sebanyak 72 kali dengan jarak 70 meter. Hasil itu akan menentukan seeded (unggulan).

"Sistem seperti ini memungkinkan semua hal bisa terjadi. Jadi bisa dibilang persaingan pun jadi lebih ketat. Berbeda waktu dulu persaingan masih bisa dilihat," imbuh wanita berusia 54 tahun ini.

"Ikut deg-degan enggak ya, justru saya tambah yakin Indonesia bisa bawa pulang medali," pungkasnya. (mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads