Dalam upacara pembukaan di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Sabtu (6/8) pagi WIB, kontingen Indonesia mengenakan seragam bermotif batik parang didominasi warna merah putih dengan bagian atas seragam terdapat lambang garuda yang besar. Mereka juga memakai ikat kepala atau juga disebut udeng.
Sementara itu, atlet lompat jauh Maria Londa yang merupakan pembawa bendera memakai kebaya dan kain serbaputih. Penampilannya disempurnakan dengan sanggul ala Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilan kontingen Indonesia itu kemudian menjadi bahan pembicaraan di kalangan netizen media sosial. Sementara sejumlah media internasional seperti BBC dan USA Today memasukkan Indonesia ke daftar kostum terbaik.
[Baca juga: Kostum Kontingen Indonesia Menarik Perhatian Dunia]
Menpora mengakui, seragam defile Indonesia tersebut banyak mendapat kritikan di dalam negeri. Namun, Menpora justru lega karena masyarakat dunia banyak yang mengacungi jempol.
"Kami bangga menunjukkan kekayaan warisan budaya Indonesia pada pembukaan Olimpiade 2016 yang disaksikan penonton dan warga dunia," kata Menpora yang turut menghadiri upacara pembukaan Olimpiade 2016 di Stadion Maracana, Brazil, Jumat (5/8) malam waktu setempat atau Sabtu (6/8) WIB," seperti tertulis dalam rilis yang diterima detikSport.
Sanjungan dan acungan jempol memang banyak ditujukan pada tiga orang yang mengenakan pakaian adat. Keragaman kekayaan pakaian adat yang ditunjukkan saat parade atlet pada upacara pembukaan tersebut rupanya cukup menyita perhatian penonton.
Belajar dari Brasil
Saat menyaksikan acara pembukaan Olimpiade Rio, Menpora juga mencermati bagaimana Brasil mampu menampilkan berbagai sajian pertunjukkan dan hiburan khas Negeri Samba. Negara tersebut rupanya sudah benar-benar tahu bagaimana memanfaatkan perhelatan besar internasional untuk mempromosikan kebudayaanya ke pentas dunia.
"Brasil betul-betul tahu makna sebuah promosi. Ini jadi pembelajaran kita yang akan menjadi tuan rumah TAFISA World Games 2016 dan Asian Games 2018. Saat TAFISA misalnya, senam Poco-Poco harus diduniakan, karena samba sudah diduniakan oleh Brasil. Ini jadi tugas penting Kemenpora bersama panitia," tutur Menpora.
(nds/raw)











































