detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 14 Agu 2016 23:16 WIB

Suka Duka Jadi LO Tim-Tim Kontestan Tour de Singkarak

Femi Diah - detikSport
Foto: detikSport/Femi Diah Foto: detikSport/Femi Diah
Padang - Sebanyak 19 liaison officer (LO) yang bertugas mendampingi tim-tim peserta Tour de Singkarak (TdS) mendapatkan pengalaman bermacam-macam. Uang saku yang belum cair tak mengurangi semangat mereka dalam bertugas.

Rika Febrianti panik. Pebalap Data#3 Cisco Racing Team, Saxon Irvine, tak ada di area Tugu Merpati Kota Padang, Minggu (14/8/2016), lokasi finis sekaligus penyerahan penghargaan TdS. Padahal Irvine harus naik podium sebagai runner-up kategori sprint.

"Aduh bagaimana ini, saya tidak mau pebalap Data#3 kena penalti," kata Rika sambil terus mengamati telepon genggamnya. Sesekali dia melongok ke arah panggung. Takut kalau giliran penyerahan hadiah kepada pebalap kategori sprint sudah dimulai. Matanya pun mulai berkaca-kaca.

Upaya berulang kali mahasiswi Universitas Negeri Padang itu membuahkan hasil. Irvine bisa dikontak dan bersegera menuju lokasi finis, lengkap dengan jersey klub dan sepatu keds-nya.

"Itu dia, itu dia," tutur Rika kepada bagian acara penyerahan hadiah.

Irvine pun bisa naik podium sesuai skenario.

Bukan sekali itu Rika dibuat panik. Dia sempat khawatir ketika manajer tim Data#3 menanyakan koneksi internet di hotel tempat menginap para pebalap di Sijunjung, Sumatera Barat. Sebab tak ada koneksi internet di daerah Sijunjung.

"Manajer dan para pebalap maupun mekanik tim Data#3 itu baik dan sangat ramah. Saat penjemputan di bandara mereka kalem dan memang terlihat baik. Nah karena terlalu baik itu, saat mereka menanyakan koneksi internet di Sijunung saya kelabakan sendiri," ungkap Rika.

Beruntung, dalam perjalanannya para pebalap dan manajer serta mekanik Data#3 tak mempermasalahkan ketiadaan koneksi internet. Mereka puas nirwifi diganti dengan pemandangan indah di Sijunjung.
detikSport/Femi Diah

Berbeda lagi pengalaman Aidil Rahman yang bertugas mendampingi Hong Kong Cycling Team. Dia malah harus menggantikan tugas sebagai manajer tim.

"Manajer Cheung King Wai dan salah satu rider tim Hong Kong kena penalti pada etape keempat, jadi mereka tak boleh berada di dalam mobil tim selama race. Sejak itu saya diminta untuk menggantikan tugas sebagai manajer ha ha ha," ujar Aidil.

Nah, persoalan ada pada bahasa. Pelatih tim Hong Kong cuma bisa bahasa mandarin. Sementara bahasa asing yang dikuasai Aidil cuma bahasa Inggris. Menyadari situasi itu, Aidil minta kursus kilat istilah-istilah yang sering digunakan dalam race.

Tugas itu diselesaikan dengan baik oleh Aidil. "Nyatanya para rider-nya bisa memahami instruksi dari saya," ucap mahasiswa Universitas Padang Jurusan Pariwisata Program Studi Manajemen Perhotelan itu.

Rakhmi Amini yang menjadi LO Singha Cycling Team sempat dibuat menangis di hari-hari awal. Waktu itu, manajer tim Sebastian Duclos menanyakan jarak finis menuju hotel. Amini bilang kalau jarak tidak terlalu jauh, para rider pun memilih nggowes untuk menuju hotel. Ternyata, jarak tempuhnya cukup jauh.

"Saat bertanya kepada penduduk, mereka bilang kalau jaraknya dekat. Tapi ternyata jauh. Sempat sih mereka komplain, tapi dalam perjalanannya asyik dan suka bercanda," kata dia.

Keasyikan itu ditambah dengan pengalaman berkeliling Sumatera Barat, berpindah kabupaten setiap harinya. Selain itu, mereka juga dijanjikan untuk dibayar per hari.

"Kami belum tahu dibayar berapa dan kapan akan dibayar. Meski lelah harus melayani keperluan tim dan bayarannya belum jelas, tidak apa-apa. Ini untuk mengisi waktu dan bisa jalan-jalan keliling Sumbar," tutur Amini yang juga mahasiswa Universita Negeri Padang itu.

Indah Afriani malah dapat tim yang lumayan royal. "Malah saya yang seolah mendapatkan pelayanan. Saya dikasih baju, kacamata, dan banyak lainnya," kata dia.

(fem/mfi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com