Seekor Kuda Terbukti Pakai Doping

Medali Emas di Olimpiade Dicabut

Seekor Kuda Terbukti Pakai Doping

- Sport
Senin, 28 Mar 2005 13:15 WIB
Jakarta - Satu lagi kasus doping menodai dunia olahraga. Namun kali ini "atlet" yang bersalah adalah seekor kuda, Waterford Crystal, yang ditunggangi Cian O'Connor saat meraih medali emas di Olimpiade Athena tahun lalu.Komite Olimpiade membatalkan medali emas O'Connor dan meminta medali emasnya dikembalikan setelah kuda tunggangnya yaitu Waterford Crystal terbukti menggunakan obat terlarang.Seperti diberitakan BBC Sport, keputusan pembatalan medali emas yang diraih oleh O'Connor ini diambil setelah sebuah panel mengadakan sidang di Inggris, Minggu (27/3/2004).Namun setidaknya ada kabar yang melegakan buat O'Connor. Penunggang asal Irlandia ini dinyatakan tidak terlibat dalam usaha pemberian doping pada kuda andalannya itu. Walau demikian, ia terkena sanksi larangan bertanding selama tiga bulan terhitung mulai bulan April nanti. Namun, O'Connor punya waktu 30 hari untuk mengajukan banding. Jika banding tak digunakan, Rodrigo Pessoa dengan kudanya Baloubet du Rouet asal Brasil akan naik peringkat menjadi medali emas. Sedangkan Chris Kapple (Royal Kaliber/USA) dan Marco Kutscher (Montender/GER) akan meraih perak dan perunggu. Medali emas Olimpiade buat Pessoa dan Baloubet semakin engukuhkan mereka sebagai pasangan yang fenomenal. Mereka berdua adalah tiga kali juara dunia yang hebatnya lagi diraih secara beruntun pada tahun 1998, 1999 dan 2000. Seusai O'Connor memenangkan medali emasnya di Athena, dua jenis obat terlarang terdeteksi terkandung dalam urine Waterford Crystal. Uniknya, dua jenis obat ini biasanya digunakan buat manusia.Sesuai prosedur, sampel B urine Watarford juga harus diperiksa. Namun ternyata sampel B itu dicuri di Inggris. Untungnya masih ada sampel darah yang masih bisa dijadikan barang bukti. Dari sampel darah ini diketahui kalau kuda mengkonsumsi obat anti depresi yang normalnya digunakan manusia. November lalu tim pembela O'Connor mengeluarkan pernyataan kalau obat terlarang itu diberikan dokter hewan hanya untuk program terapi. Tim pembela tersebut akhirnya bisa menerima keputusan yang dijatuhkan dan bahkan bersyukur O'Connor tidak dinyatakan bersalah memberikan doping pada kudanya. "Namun tentu saja secara pribadi ia kecewa dan juga Irlandia," kata penasehat hukum O'Connor, Andrew Coonan. (key/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads