Demikian disampaikan Imam Nahrawi di sela-sela Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X di Gedung MPR/DPR RI, Kamis (1/9/2016). Menurut Imam hal ini penting dilakukan karena berkaca pada hasil Olimpiade Rio de Janeiro kemarin, sekaligus menyesuaikan arahan dari Presiden RI Joko Widodo yang meminta agar lebih fokus pada cabang-cabang prioritas.
"Kami akan fokus pada pembinaan penjenjangan kompetisi dan anggaran serta regulasi yang dibuat itu betul-betul orientasinya untuk Olimpiade. Untuk itu, kami mohon maaf kepada cabang-cabang lain. Bukan bermaksud menganaktirikan, tetap akan kami perhatikan. Tapi ini semua berkonsekuensi bagi sebuah harga diri bangsa untuk berdiri sejajar dengan negara-negara di belahan dunia lain dan itu simbolisnya ada di Olimpiade," jelas Imam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cabangnya mana saja belum kami tentukan. Yang jelas kami akan minta kepada deputi prestasi dan Satlak Prima untuk terus mengkaji sampai terus nanti mendapat keputusan dari menteri," ungkapnya.
Terpisah, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, mengatakan tidak ingin mengulang seperti saat SEA Games 2015 Singapura di mana rombongan komposisi cabor terlalu gemuk, padahal tak semuanya berpotensi menyumbang medali emas.
"Kalau cuma sekadar gemuk tapi tidak ada potensi untuk itu ya minggir saja. Tolok ukurnya adalah sama seperti Olimpaide kemarin pada saat kualifikasi baik tingkat Asia maupun dunia. Nanti akan kelihatan cabor ini bagaimana peringkatnya. Soal peringkat dan prestasi cabor nanti Prima yang akan mengurutkan," jelas Gatot.
Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI yang juga mantan atlet tenis, Yayuk Basuki, mendukung keinginan Kemenpora untuk memfokuskan cabor prioritas.
"Bukan membatasi tapi memilih mana cabang yang paling prioritas. Kemenpora harus fokus ke cabang prioritas karena tugas di depan mana lebih berat, yaitu Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020. Ini memang suatu pilihan pahit, tetapi memang mesti ada yang dikorbankan dan berkorban," tukas Yayuk. (mcy/din)











































