Pada sesi feature race yang dihelat di sirkuit Monza, Italia, Sabtu (3/9/2016), Sean yang start di posisi ke-18 mengalami stall sehingga harus menepi ke pit. Saat kembali ke lintasan, posisinya pun tertinggal jauh.
Balapan tersebut dilengkapi dengan insiden yang mengerikan antara pebalap tim Rapax Arthur Pic dengan pebalap Carlin Sergio Canamasas pada putaran ke-16. Kedua mobil mereka bersenggolan di tikungan yang menyebabkan mobil Canamasas melayang dan berputar di udara sebelum akhirnya masuk ke gravel.
Akibat insiden ini, safety car keluar. Namun, keluarnya mobil pengaman juga sempat menyebabkan kebingungan di antara pebalap dan tim. Safety car keluar dan berada di depan pebalap Prema Racing Pierre Gasly yang saat itu posisinya berada di peringkat empat. Sementara, tiga pebalap terdepan yakni Raffaele Marciello, Gustav Malja dan Antonio Giovinazzi sudah sempat masuk pit dan tetap berada di depan mobil pengaman.
Pengawas balap kemudian memerintahkan safety car untuk membiarkan pebalap melewati dan memberi kesempatan mereka mendekati tiga pebalap terdepan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Alhasil Sean pun tak mendapat poin di feature race kali ini. Sementara itu rekan setimnya, Mitch Evans finis kedelapan dan mendapat tambahan empat poin.
Dengan hasil ini, Evans juga berhak memulai balapan sprint, Minggu (4/9), dari posisi terdepan. Ini sesuai dengan regulasi reverse start, yakni posisi start yang dibalik untuk pebalap kesatu hingga kedelapan.
Hasil gemilang justru didapat Antonio Giovinazzi yang memperkuat Prema Racing. Mengendarai mobil yang disponsori oleh Pertamina dan Jagonya Ayam KFC Indonesia itu, Giovinazzi menuntaskan balapan ini sebagai pemenang.
Kemenangan ini sekaligus membayar kekecewaannya dari hasil babak kualifikasi. Pada sesi kualifikasi, pebalap asal Italia ini sebenarnya bisa mencatatkan waktu tercepat kedua. Akan tetapi, pengawas pertandingan menganulir catatan waktunya karena tekanan ban mobil Giovinazzi tidak sesuai. Giovinazzi dihukum dengan posisi start urutan 21.
"Ya, saya sempat frustrasi dengan hukuman di babak kualifikasi. Akan tetapi, saya kemudian mencoba kembali fokus pada balapan. Hasilnya fantastis, saya bisa juara di depan pendukung saya," kata Giovinazzi dalam rilis yang diterima detikSport.
Bagi Giovinazzi gelar juara ini merupakan yang keempat pada musim balap tahun ini. Sebelumnya Giovinazzi juara dua kali di sirkuit Baku City Azerbaijan dan sirkuit Spa Francorchamps Belgia, pekan lalu.
(mrp/krs)












































