Demikian hal itu disampaikan Kasatlak Prima, Achmad Soetjipto, usai melakukan rapat evaluasi akhir bersama Menpora Imam Nahrawi di kantor Kemenpora, Senayan, pada Senin (5/9/2016).
Tjip, begitu Achmad Soetjipto akrab disapa, mengatakan hasil olimpiade Rio de Janeiro, pada Agustus lalu merupakan momentum kebangkitan olahraga Indonesia. Untuk itu, sudah sepantasnya pihaknya mendukung pemerintah untuk memfokuskan cabang-cabang Olimpiade untuk diprioritaskan, termasuk dalam menentukan lokasi latihannya yang harus memenuhi persyaratan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Arahan dari Presiden RI Joko Widodo sudah jelas bahwa untuk memiliki daya kompetisi tinggi, olahraga itu harus dibina dengan skala prioritas, tempat kepelatihannya juga perlu memenuhi beberapa persyaratan. Arahan itu disambut Menpora dengan Olympic Center. Tentu ini akan menjadi pusat kecemerlangan pembinaan olahraga prestasi khusus untuk persiapan Olimpiade," kata Tjip.
Selain angkat besi dan panahan, di Olympic Center nanti juga akan diisi cabang-cabang beladiri. Di antaranya adalah taekwondo, judo, gulat, dan tinju. Sementara cabang senam akan masuk pada gelombang berikutnya.
Khusus cabang beladiri, Tjip menegaskan, pihaknya fokus pada kelas-kelas (berat) yang sesuai karakteristik atlet Indonesia. "Selama ini kan mereka memiliki dojo-dojo sendiri, pusat pelatihannya pun sendiri, nanti setelah di Cibubur akan dikonsentrasikan sport science,"
"Begitu dengan senam, seperti kita tahu tempat latihannya itu sangat memprihatinkan sehingga perlu di bangun di olimpik centre itu. Di sana juga rencananya akan ada lapangan terbuka yang bisa digunakan untuk sofbol atau hoki. Juga ada lintasan atletik yang bisa digunakan terbatas untuk atlet atletik nomor lompat tinggi dan lompat jauh," ungkapnya.
Di lain sisi, Menpora Imam Nahrawi mengatakan di Olympic Center, pemerintah akan menyediakan segala yang dibutuhkan oleh atlet dalam proses latihan untuk menghadapi Olimpiade. Salah satu dukungan ialah dengan menyediakan dokter khusus di Olympic Center. Dari segi pendanaan pun, pemerintah memberikan prioritas bagi atlet yang berlatih di Olympic Center.
"Pelatnas akan kita pindahkan ke Olympic Center, Cibubur. Selain lapangan berlatih, pemerintah juga membangun sarana dan prasarana pendukung, termasuk dokter dan fasilitas pendukungnya. Kemenpora juga serius memperhatikan segi pendanaan. Sebab, kebijakan semacam ini membutuhkan dukungan besar dari segi teknologi dan pembinaan," kata Imam. (mcy/din)










































