"Food security dan keamanan makanan menjadi perhatian. Kami ingin atlet PON merasa nyaman dan siap sedia saat keadaan emergency," ujar pria yang karib disapa Emil itu di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (7/9/2016).
Selain dari Kota Bandung, sebanyak 800 personel tersebut terdiri dari Kesehatan Daerah Militer (Kesdam) III/Siliwangi dan PMI. Tak hanya disebar di hotel dan arena pertandingan, petugas kesehatan juga akan disebar di bandara dan stasiun kereta api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Di tempat yang sama, Kadinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, mengatakan, Peugas kesehatan ini juga terdiri dari Tim Doping. Tim ini bagian dari PB PON yang sudah dilatih khusus. Mereka bertugas untuk mengetes atlet apakah terindikasi doping atau tidak.
"Tim dokter ada 35, tim pemeriksa doping ada 92. Seluruh tenaga yang terlibat sekitar 800 orang, dengan ambulans yang bersiaga. Bila diperlukan akan bergerak," terang Ahyani.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan mobil vaksin yang akan wara-wiri mengontrol segala macam kesiapan di 14 venue, 28 cabor dan 47 hotel juga bandara dan stasiun.
"Rumah sakit sudah ditetapkan, karena dia punya standar tertentu seperti Al-Islam, Borromeus, Santosa. Ada 12 rumah sakit di wilayah Kota Bandung yang menjadi rujukan," ucap Ahyani. (avi/din)












































