Emas itu didapatkan Lindswell dari nomor kesenian taijiquan (tangan kosong) dan taijijian putri. Emas itu didonasikannya kepada kontingen Sumatera Utara yang sebelumnya baru mengantongi satu emas dari nomor lomba berbaris jarak pendek cabang olahraga drum band.
Cabang olahraga wushu di nomor seni itu dihelat di GOR Pajajaran Bandung, Senin (19/9/2016). Lindswell mendapatkan nilai hampir sempurna dari juri, yakni mencapai 9,61 pada aksi pertama, taijiquan.Urutan kedua ditempati pewushu Jawa Timur, Cindy Martono, yang mendapatkan angka 9,31 dan diikuti pewushu Jawa Tengah, Alexandra Calista Setiawan, dengan poin 9,20.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dominasi adik dari Iwan Kwok ini memang belum terpatahkan. Meski ada beberapa atlet dari daerah lain yang juga sedikit menyusul perolehan nilainya. Namun menurut dia, hal itu adalah wajar karena setiap pertandingan pasti ada yang namanya persaingan.
Kendati sudah kerap kali tampil di ajang internasional dan menjadi andalan Indonesia, Lindswell gugup sebelum perlombaan.
"Pertandingan tadi kuncinya ya fokus pada diri sendiri saja. Memang sempat gugup saat masuk arena tapi aku berdoa biar lebih tenang. Senang banget akhirnya dapat nilai sempurna," kata Lindswell usai tanding.
Dengan perolehan emas ini, Lindswell pun pecah telur. di PON. Ema situ menjadi raihan pertamanya sejak keikutsertaan di multievent PON.
"Ya, kemenangan ini aku persembahkan untuk keluarga. Tidak dipungkiri keluargalah yang paling tahu suka duka aku. Jadi medali ini untuk mereka," ungkap peraih medali Asian Games 2014 Incheon ini.
Dia juga tidak mempersoalkan meski skala pertandingan hanya di level nasional. Selama dia diminta daerah dan dibina, menurut dia sudah kewajiban seorang atlet untuk bertanding.
"Saya turun di PON karena permintaan daerah. Jadi buat saya sendiri atlet itu kan berlatih ya untuk bertanding. Jadi pertandingan apapun kalau sudah disuruh tanding ya aku lakukan," ucap dia.
(mcy/fem)











































