Bertanding di Gelora Sabilulungan, Sijalak Harupat Bandung, Selasa (20/9/2016), peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro ini berhasil membukukan total angkatan 307 kg. Dia membuat angkatan snatch 137 kg dan 170 kg dari clean and jerk.
Total angkatan ini sekaligus sebagai rekor angkatan baru di ajang PON atas namanya sendiri dengan total angkatan 306 kg saat di PON Riau 2012.
Tak hanya di total angkatan, Eko juga pecahkan rekor clean and jerk di angkatan ketiganya yaitu 170 kg. Eko memecahkan angkatan clean and jerk milik Triyatno di PON 2008 Kalimantan Timur yaitu 165 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan rekor tidak pikirkan, cuma bagaimana bisa dapat medali emas. Setelah emas aman baru pikirkan rekor," lanjutnya.
Menyusul di posisi kedua, diraih atlet Jawa Barat M. Hasbi dengan total angkatan 280 kg (120 snatch dan 160 clean and jerk), kemudian di posisi ketiga diraih atlet Sumatera Selatan Ardiansyah dengan total angkatan 262 kg (110 kg snatch dan 152 kg clean and jerk).
Hasil yang dibukukan Eko Yuli itu bukanlah sebuah kejutan. Dia memang lifter terbaik tanah air dengan segudang pengalaman. Eko Yuli selalu menjadi andalan Indonesia di ajang dunia sejak usia junior. Bahkan dia selalu menjadi tumpuan kontingen 'Merah Putih' untuk meraih medali di tiga olimpiade terakhir. Dia membuat angkatan total 312 kg pda olimpiade Rio dan berhasil meraih perak.
Usai PON, Eko berencana untuk mengambil waktu liburan bersama keluarga.
"Saya belum pernah liburan sama keluarga makanya mumpung masih ada waktu dan kejuaraan baru tahun depan ya inginnya liburan sama keluarga. Kemungkinan ke Yogyakarta atau ke Bali. Saya harus merundingkannya dengan istri dan keluarga lebih dulu," ucapnya kemudian senyum.
(mcy/fem)











































