Ricuh Basket di PON, Pelatih Papua Barat: Itu Emosi Sesaat

PON XIX

Ricuh Basket di PON, Pelatih Papua Barat: Itu Emosi Sesaat

Femi Diah - Sport
Rabu, 21 Sep 2016 13:39 WIB
Ricuh Basket di PON, Pelatih Papua Barat: Itu Emosi Sesaat
Foto: ist.
Bandung - Pertandingan basket antara putra Papua Barat dengan Jawa Barat diwarnai kericuhan. Pelatih Papua Barat, Patrick Gosal, menyebut insiden itu akibat emosi sesaat timnya.

Jabar menang atas Papua Barat pada babak penyisihan tim putra Grup B di GOR Citra Arena, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Rabu (21/9/2016). Tuan rumah mencatatkan hasil positif dengan skor 73-59.

Pada kuarter pertama, Papua Barat yang mengenakan kostum putih mampu mengimbangi permainan Jabar. Papua hanya tertinggal tipis 15-19. Memasuki kuarter kedua, Papua juga masih bisa meladeni Jabar dan menutupnya dengan skor 29-26. Kuarter ketiga juga masih sengit dan sempat menyamakan kedudukan 40-40. Tapi, Papua tertinggal di akhir kuarter itu dengan skor 45-56.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

GOR memanas saat laga memasuki kuarter keempat. Pertandingan sempat terhenti saat pelatih Patrick melakukan protes atas kepemimpinan wasit yang dinilai terlalu condong memela tuan rumah. Bahkan, sempat terjadi pelemparan kursi ke pinggir lapangan.

Seusai pertandingan, ofisial dan pemain Papua Barat menghampiri wasit yang bertugas untuk minta klarifikasi keputusan yang dinilai telah merugikan timnya. Namun, karena kesigapan personel keamanan dan panitia penyelenggara, kericuhan yang meluas bisa diredam dan suasana di venue kembali normal.

Patrick menilai wasit membuat beberapa kesalahan dalam pengambilan keputusan. Namun, dia kemudian menambahkan kalau insiden itu karena timnya memang tengah emosi.

"Ini hanya luapan emosi sesaat. Saya kira dalam pertandingan seperti ini wajar. Kami menjamin kericuhan tidak akan sampai terjadi di luar pertandingan. Barangkali ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk kebaikan kita semua," ujar Patrick seperti dikutip situs resmi PON.

Emosi itu diakui Patrick lantaran hasil negatif dari Jabar menjadi kekalahan ketiga Papua Barat dalam babak penyisihan grup. Dengan tinggal menyisakan satu laga lagi, yakni menghadapi Aceh, peluang Papua Barat ke babak knock out pun tertutup.

"Kami kalah kelas dari Jabar hari ini. Tapi kami sangat mengapresiasi anak-anak asuh kami yang sudah tampil habis-habisan," ujarnya.

Pelatih bola basket Jawa Barat, Ricky Gunawan, mengatakan, meski menang timnya masih belum tampil maksimal.

"Ini pertandingan yang sangat ketat dari kwarter ke kuarter. Permainan anak-anak memang lebih baik dari pertandingan pertama, tapi mereka belum tampil maksimal dan menjadi evaluasi bagi kami untuk bermain lebih baik di pertandingan selanjutnya," ucap dia.

(fem/cas)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads