Turun di kelas Supersports 600cc, Gerry finis di posisi 12 dalam balapan pertama di Buddh International Circuit, Sabtu (1/10/2016). Sementara itu, Irfan yang baru menjalani debutnya di ARRC finis di peringkat 16.
Memulai balapan dari urutan 15, Gerry sempat memperbaiki posisinya hingga peringkat ketujuh usai lap pertama. Tapi adanya red flag akibat crash yang dialami pebalap Thailand, Patis Chooprathet, membuat balapan terhenti sementara dan start harus diulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira setelah red flag akan start dari posisi tujuh, ternyata posisinya sama seperti kualifikasi. Nah start yang kedua racing line sudah tertutup banyak pebalap lain, dari situ jadi ketinggalan dari rombongan depan," ujar Gerry dalam perbincangan di Buddh International Circuit, Sabtu (1/10/2016).
"Kalau setting-an sudah hampir mendekati yang diinginkan, tapi masih dievaluasi mencari yang terbaik," lanjut pebalap berusia 19 tahun itu.
Menatap balapan kedua yang akan digelar hari Minggu (2/10/2016), Gerry bertekad untuk lebih bisa bersaing dengan rombongan pebalap terdepan dan naik podium.
"Untuk besok masih mencari setting-an power mesin karena saya merasa keluar tikungan power-nya masih kurang," ucap Gerry.
"Target pasti ada. Saya berharap bisa masuk rombongan depan dan naik podium," katanya.
dok. Astra Honda Motor |
Sementara itu, Irfan yang baru menjalani debutnya di ARRC itu memenuhi target pertamanya dengan menuntaskan balapan. Kini pebalap berusia 16 tahun itu bertekad untuk mengasah catatan waktunya sekaligus memberi perlawanan lebih ketat terhadap pebalap-pebalap lainnya.
"Kalau dari Pak Anggono (Iriawan, Senior Manager Safety Riding & Motorsports Department AHM), targetnya finis dulu. Tapi kalau dari catatan waktu belum naik," ucap Irfan.
"Untuk besok harapannya catatan waktu bisa lebih baik dan bisa fight dengan rider-rider lain," kata Irfan.
(nds/rin)












































dok. Astra Honda Motor