Bridge dan Jetski Bisa Dipertandingkan di Asian Games, Ini Syaratnya

Bridge dan Jetski Bisa Dipertandingkan di Asian Games, Ini Syaratnya

Mercy Raya - Sport
Selasa, 04 Okt 2016 13:08 WIB
Bridge dan Jetski Bisa Dipertandingkan di Asian Games, Ini Syaratnya
Foto: -
Jakarta - Meski sudah disetujui akan dipertandingkan di Asian Games 2018, cabang jetski dan bridge masih harus memenuhi syarat yang telah disepakati pada saat pertemuan di Vietnam beberapa waktu lalu.

Adapun syarat yang diajukan untuk jetski adalah bersedia menanggung 50 persen biaya akomodasi transportasi peralatan negara peserta. Sementara bridge diwajibkan untuk mengumpulkan minimal 10 negara agar bisa berpartisipasi dalam pertandingan bridge di Asian Games 2018.

"Jetski itu bisa dipertandingkan dengan catatan harus sanggup memfasilitasi akomodasi mereka (para peserta) karena peralatan mereka kan berat dan mahal. Tetapi sejauh ini PB Jetski Indonesia sudah menyanggupi untuk menanggung biaya 50 persen tersebut dan sudah ada bukti tertulis dari mereka kepada kami, INASGOC," kata wakil ketua KOI, Muddai Madang, lewat sambungan telepon Selasa (4/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalah nanti PB jetski Indonesia mau cari sponsor, atau mendapatkan bantuan dana dari federasi jetski Asia ya tidak apa-apa. Terpenting mereka sudah menyanggupi itu," tambahnya.

Sementara untuk bridge, Muddai mengatakan, jika OCA tidak ingin mengurusi negara-negara yang bisa berpartisipasi. Karena itu Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) harus bisa merangkul negara-negara lain dan mereka menyanggupinya.

"Jadi harus ada bukti tertulis adanya 10 negara yang akan berpartisipasi dalam cabor bridge dan itu harus diserahkan ke KOI sebelum rapat Korkom (Koordinasi Komite) berlangsung. Bukti tertulisnya minimal sebelum Korkom dimulai pada November mendatang," tambah Muddai.

Untuk diketahui, OCA telah menyepakati keinginan Indonesia untuk menambah cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Kesepakatan itu tertuang dalam pertemuan INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee) dengan OCA di Executive Board dan General Meeting, beberapa waktu lalu. Di mana OCA menerima usulan Indonesia untuk mempertandingkan 40 cabor yaitu 32 cabang olimpik dan delapan non olimpik, yang di dalamnya ada cabang jetski dan bridge.

Namun penambahan itu masih akan diketok palu pada saat Korkom yang berlangsung pada November mendatang.

Terpisah, Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan tidak ada kesan terlalu memaksa untuk mempertandingkan dua cabang tersebut. Menurut dia semua sudah atas kesepakatan dengan pengurus cabang jetski.

"Enggak (maksa) justru mereka sendiri kok yang menawarkan diri. Jangan dianggap KOI maksa loh. Kalau tidak mau tidak apa apa. Tapi kesepakatannya jetski sudah setuju soal ini," jata Gatot.

"Kemarin ada catatan itu karena OCA mempertimbangkan bagaimana caranya supaya bisa mengurangi beban yang ikut Asian Games khususnya cabang jetski. Karenanya dibuatlah catatan semacam pengurangan biaya sebesar 50 persen itu," ujarnya.

"Di luar dua cabang itu, saya kira yang lainnya tidak ada catatan," pungkas Gatot. (mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads