Indonesia sudah ditetapkan sebagai tuan rumah edisi keenam ajang yang disebut sebagai olimpiade-nya olahraga rekreasi tersebut pada November 2011. Namun, panitia pelaksana (JATGOC: Jakarta TAFISA Games Organizing Committee) yang diketuai Hayono "adem-ayem" saja.
Sosialiasi di dalam negeri, misalnya, terkesan baru dikebut sejak bulan lalu, kendati event itu akan dihelat tak lama lagi: 6-12 Oktober mendatang, di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Tak heran jika sampai saat ini TAFISA World Games 2016 tak bergaung bahkan di kalangan publik ibukota sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia lalu membandingkan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat, yang dianggapnya sukses setelah event berlangsung β kendati "riuh" dengan isu kontroversi di sektor pertandingan.
"Sekarang begini, PON saja gaungnya tidak terlalu besar, tapi pada saat terjadi 'kan lumayan hasilnya. Kami tentu berharap hal yang sama kepada TAFISA Games. Mungkin gaungnya belum begitu terasa di masyarakat, tapi setelah ini terjadi, terutama di pembukaan, maka bisa melihat bahwa ini merupakan kegiatan yang luar biasa, karena pelakunya adalah masyarakat bukan atlet," sahut Hayono.
Pria yang juga pernah menjabat menteri pemuda dan olahraga (menpora) itu juga meyakini sosialisasi yang sudah dilakukan timnya terbilang maksimal. Ukuran dia adalah sudah datangnya perwakilan 29 provinsi peserta.
"Saat ini kami tinggal menunggu lima provinsi lagi. Tapi bagi saya, untuk kegiatan yang termasuk baru, tidak dikenal oleh para gubernur, mereka sudah mendukung dan mau saja, itu menurut saya hasil sudah luar biasa."
Begitu untuk peserta asing. Saat ini, disebut Hayono, setiap harinya bertambah terus bahkan puncaknya (peserta datang) bisa di pertengahan pagelaran.
"Yang sudah masuk saat ini ada dari Malaysia, China dan Denmark. Tetapi ada 87 negara yang sudah confirm datang. TAFISA ini memang berbeda dengan penyelenggaraan olahraga prestasi. Di sini peserta itu bisa datang belakangan dan sering kali tidak terdaftar sebelumnya. Jadi backpaker bisa walk in dengan nama perorangan bisa. Beda dengan olahraga prestasi yang ada waktu untuk entry by name," dalih Hayono (mcy/a2s)











































