Ajang yang dikenal sebagai Olimpiade-nya olahraga permainan ini berlangsung di Jakarta pada 6-12 Oktober 2016. Ada 54 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Ada juga beberapa eksebisi seperti parkour. Kejuaraan olahraga eksteem seperti cheerleading, BMX Open Competition, dan juga skateboard juga diperlombakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Tafisa 2016 masih ada banyak permasalahan di beberapa venue, termasuk arena street soccer --yang baru didirikan tribune penontonnya dan koneksi internet yang sempat down di arena e-Games, beberapa peserta mengaku antusias dengan pegelaran Tafisa ini.
Pelatih cheerleading tim V-King, Kartika Kusuma Dewi, berniat menjadikan ajang ini sebagai sarana untuk membuka mata masyarakat bahwa prestasi tak cuma bisa diraih dari bidang eksakta.
"Ini merupakan wadah bagus. Kami tak sekadar coba-coba di ajang ini. Kami ingin membuktikan bahwa anak Indonesia juga bisa berprestasi di luar bidang eksakta," kata Tika (23) saat berbincang dengan pewarta.
"Akhirnya kami mempunyai wadah, harapannya agar ke depan bisa ada di PON. Kami ini tak sekadar joget-joget, karena kami sebenarnya juga atlet," imbuhnya.
Sambutan yang bagus juga diungkapkan oleh manajer tim SMP 21 Semarang. "Ini menjadi sarana untuk menaungi olahraga rekreasi masyarakat. Ini tak ada di bawah KONI, tapi Formi. Dengan begini, kami bisa maju hingga kejuaraan tingkat dunia," kata Okky.
"Ini memang lebih banyak subyektivitas karena di cheerleading memang lebih pada penilaian penjurian. Tapi, semuanya masih dalam koridor profesionalitas," ungkap pria yang juga seorang guru matematika itu.
Kejuaraan cheerleading akan berlangsung 7-8 Oktober besok. Ada 10 negara yang berpartisipasi, sementara dari Indonesia berasal dari 6 provinsi. Perlombaan ini akan berlangsung di Eco Conventions, Ancol, Jakarta Utara. (cas/din)










































