KONI Pusat Belum Punya Aturan Tertulis Soal Cabor Olimpiade di PON

KONI Pusat Belum Punya Aturan Tertulis Soal Cabor Olimpiade di PON

Mercy Raya - Sport
Jumat, 07 Okt 2016 18:59 WIB
KONI Pusat Belum Punya Aturan Tertulis Soal Cabor Olimpiade di PON
Foto: PB PON/ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/
Jakarta - Idealnya Olimpiade dijadikan acuan bagi PON dalam memperlombakan cabang-cabang olahraga. Saat ini KONI ternyata belum punya aturan main yang jelas soal itu.

Soal pentingnya sinergi antara cabang olahraga yang dipertandingkan di PON dan di Olimpiade kembali menyeruak pada PON 2016 lalu. Terlebih pada PON 2016 ini ada banyak nomor pertandingan tak terukur, yang jumlahnya mencapai 150 nomor pertandingan.

Namun KONI Pusat membantah anggapan kalau cabang olahraga yang diperlombakan di PON tidak mendukung upaya untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di level internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di PON Jabar itu ada 44 cabang yang dipertandingkan. Tetapi dari 44 itu 27 cabangnya itu merupakan cabang Olimpiade. Sementara 8 lainnya itu untuk mengakomodir cabang yang dipertandingkan di Asian Games, 6 cabang SEA Games, dan sisanya yang tidak mengakomodir semuanya ada tiga yaitu bermotor, drumband, dan tarung derajat. Jadi tidak benar kalau kami dibilang tidak memprioritaskan cabang-cabang Olimpiade," kata Wakil Ketua KONI Pusat, Suwarno, di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jumat (7/10).

Memang diakui Suwarno, untuk saat ini belum ada aturan yang jelas di dalam PON terkait berapa persentase jumlah cabang Olimpiade yang harus dipertandingkan oleh setiap tuan rumah PON. Namun untuk ke depannya KONI Pusat akan mencoba untuk mempertimbangkan soal peraturan tersebut.

"Sementara ini memang masih belum ada tertulis seperti itu. Nanti saat rapat ada pertimbangan itu berapa persennya, nanti akan kita lihat. Kami akan melakukan revisi peraturan PON dengan aturan cabor olimpiade itu," ungkapnya.

Begitu pun pada PON Papua 2020 nanti, menurutnya KONI Pusat akan mengkaji cabang olahraga yang dipertandingkan dan disesuaikan dengan kemampuan Papua dalam menyiapkan venue.

"Kami menyadari jika Papua itu tidak seperti Riau dan Jawa Barat. Karenanya kami akan terus mengawali koordinasi kita dengan Papua. Mudah-mudahan Papua akan mengikuti arahan kita sebagai Panwansrah (panitia pengawas dan pengarah)."

Menyoal berapa banyak cabang olimpiade yang akan dipertandingkan, Suwarno mengatakan itu tetap akan menjadi wewenang dari tuan rumah.

"Kami hanya memberikan ini loh cabang Olimpiade, ini yang Asian Games, dan SEA Games. Tinggal mereka sebagai panitia PB PON yang memilih itu. Tapi minimal cabang Olimpiadenya harus mayoritas," katanya.

Mantan Ketua Satuan Pelaksana Prima ini meyakini Papua akan mempersiapkan semua dengan baik. Pasalnya sejauh ini komunikasi antara Papua dengan KONI Pusat sangat bagus. (mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads