detiksport
Follow detikSport
Sabtu, 08 Okt 2016 04:49 WIB

TAFISA Games 2016

Layang-Layang Daun Kolope dari Sulawesi Tenggara Berpeluang Catat Rekor Dunia

Lucas Aditya - detikSport
Foto: ist. Foto: ist.
Jakarta - Pertunjukan layang-layang merupakan salah satu suguhan di TAFISA Games 2016. Layang-lawang daun kolope asal Sulawesi Tenggara berpeluang menjadi rekor dunia.

Adalah kakak beradik asal Muna, Sulawesi Tenggara yang mempunyai kesempatan mencatatkan diri dalam buku rekor dunia. Mereka mampu menerbangkan layang-layang daun kolope raksasa! Layang-layang itu berukuran 5 meter x 4,3 meter.

La Masila, La Masili, Laode Pemusu, dan La Negara merupakan para pembuat layang-layang itu. Diterbangkan di Arena Jakarta Garden City, Kamis (8/10/2016), layang-layang raksasa itu tetap mampu terbang dengan sempurna.

Layang-layang dari daun kolope tersebut mampu mengudara lebih dari 20 menit, sebagai syarat untuk dicatat di Giunness World Records.

Bukan hanya ukirannya yang wow, layang-layang ini juga dibuat dari bahan yang unilk. Layang-layang ini tak dibuat dari kertas minyak yang biasa dikenal publik. Untuk membuat layang-layang ini, dibutuhkan sebanyak 1.300 daun tanaman yang familiar disebut gadung atau ubi hutan itu.

Bagi orang Muna, layang-layang memang merupakan bagian tradisi. La Masila pun tak mempunyai alasan untuk bosan menerbangkan layang-layang.

"Tak ada rasa bosan. Ini tradisi, kami harus tetap hidup dan kami bahagia memainkannya," tegas Masila.

Pihak dari Giunness World Records, Swapnil Dangarikal, saat ini masih memverifikasi data dan referensi yang ada guna menetapkan layang-layang daun kolope ini menjadi rekor dunia.

Layang-layang daun kolope ini memang legendaris. Beberapa sumber menyebut kalau layang-layang daun kolope dari Muna adalah layang-layang tertua di dunia berdasarkan lukisan pada Gua Sugipatini di desa Liang.

Konon, layang-layang atau kaghati adalah hiburan bagi petani Muna di masa lalu. Biasanya mereka menerbangkan layang-layang saat menjaga kebun.



Selain itu, masyarakat Muna percaya kalau layang-layang akan menjelma sebagai payung yang meneduhkan pemiliknya dari sinar matahari setelah mereka meninggal dunia.

(cas/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed