Kurang Koordinasi, Usaha Pecahkan Rekor Dunia Main Egrang pun Gagal

TAFISA Games 2016

Kurang Koordinasi, Usaha Pecahkan Rekor Dunia Main Egrang pun Gagal

Lucas Aditya - Sport
Sabtu, 08 Okt 2016 17:15 WIB
Kurang Koordinasi, Usaha Pecahkan Rekor Dunia Main Egrang pun Gagal
Foto: Lucas Aditya
Jakarta - Indonesia gagal memecahkan rekor bermain egrang terbanyak dunia di ajang TAFISA Games 2016. Kurangnya koordinasi menjadi penyebab.

Rekor dunia bermain egrang saat ini sendiri tercatat 959 orang di Belanda. Usaha memecahkan rekor itu dilakukan di open space JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (9/10/2016). Direncanakan dimulai pukul 9.00 WIB, acaranya baru dimulai pukul 10.20 WIB.

Para peserta yang merupakan pada siswa SD di Jakarta, sudah tampak kebosanan saat menunggu acara dimulai. Sebagian dari total 1.565 peserta yang hadir, bahkan ada yang sudah datang sejak pukul 7.30 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekurangan koordinasi ini mencapai puncaknya saat official adjudicator Guinness Book of Records, Swapnil Dangarikal, meminta list peserta.

Beberapa panitia yang berasal dari Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) pun tampak kebingungan. Sebabnya, di pintu masuk cuma dilakukan penempelan stiker penomoran tanpa ada pencatatan biodata. Sampai akhirnya pencatatan bio data peserta pun dilakukan setelah finis.

Kurang Koordinasi, Usaha Pecahkan Rekor Dunia Main Egrang pun Gagal

Pada percobaan pertama, ada 1.200 orang ambil bagian dalam usaha pemecahan rekor itu. Ada 130 orang yang didiskualifikasi, karena sudah jatuh sebelum menempuh jarak 100 meter. Meski jumlahnya sudah lebih dari 959, tapi jumlah peserta yang gagal lebih dari 10 persen hingga tak bisa dicatat di buku rekor dunia.

Sementara di percobaan kedua, cuma ada 674 orang. Sebanyak 82 di antaranya gagal menempuh jarak 100. Soal kegagalan pemecahan rekor bermain egrang terbanyak ini, Dangarikal, memberikan penjelasan.

Setelah melakukan penghitungan dalam waktu yang cukup lama, Dangarikal memutuskan bahwa rekor di Belanda masih bertahan.

"Sialnya, rekornya tak pecah di percobaan kali ini. Untuk bisa memecahkan rekor, perlu ada manajemen dan koordinasi yang bagus," kata Dangarikal kepada pewarta.

Kurang Koordinasi, Usaha Pecahkan Rekor Dunia Main Egrang pun Gagal

"Tapi, saya senang melihat anak-anak yang bersemangat, antusias dan bergembira dalam acara ini. Mungkin untuk acara berikutnya, bisa dilibatkan lebih banyak orang-orang dewasa. Untuk pemecahan rekor ini tak ada batasan usia.

"Ada tiga kesempatan untuk memecahkan sebuah rekor. Setelah satu dan dua kali melakukan percobaan, mereka tampak kekelahan. Jadi, wajar kalau sudah banyak yang pulang sehingga tak bisa melakukan percobaan ketiga," imbuhnya.


(cas/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads