Nielsen, 50 tahun, menyentuh garis finis tercepat di MesaStila Hotel & Resort, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (9/10/2016) dinihari WIB. Nielsen, yang asli Norwegia, menaklukkan 5 gunung dengan rute sepanjang 100 km selama 19 jam 49 menit.
Nielsen unggul jauh dari Dzaki, yang finis kedua dengan waktu 21 jam 58 menit 42 detik, dan Fuazi finis ketiga dengan 22 jam 38 menit 04 detik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya gembira saya berhasil," ungkap dia seusai lomba. "Saya pada awalnya menargetkan untuk bisa finis 21 atau 22 jam, tapi catatan waktu sekarang lebih cepat."
Di kategori ini, peserta mesti melewati deretan gunung-gunung seperti Andong, Merapi, Merbabu, Telomoyo, dan Gilipetung. Hujan dan angin yang turun nyaris sepanjang hari Sabtu (9/10) menjadikan medan semakin berat.
"Sebelum akhir saat menuruni bukit terakhir sangatlah licin, sangat licin. Setelah Merbabu rawan terpeleset jadi tadi terasa berat," sambung Nielsen. "Saya cuma harus meneruskan lomba, mempertahankan kecepatan yang dan tidak ngoyo."
"Sebelum ke sini saya sempat di Jepang selama satu setengah pekan dan di sana cuacanya dingin sekali. Jadi, saya tahu bahwa saya tidak dalam kondisi 100 persen sehingga tidak mengharap kemenangan jadi hari ini saya merasa sedikit tidak yakin dengan tubuh saya. Tapi saya berhasil," kata dia.
Di kategori ini, sebanyak 55 peserta telah mendaftar, tapi hanya 51 peserta yang start.
Sementara itu, Tahira Najmunissa (27) asal Malaysia menjadi pelari putri yang pertama sampai garis finis atau di posisi kelima secara keseluruhan. Tahira finis di belakang sang suami, Abdul Rahman (33).
detikSport/Rina |
"Sebuah pengalaman yang luar biasa, balapan yang menakjubkan," kata Tahira. "Kami memulai dengan sangat cepat kemarin untuk memastikan kami melewati Merapi sebelum gelap." (rin/mfi)












































detikSport/Rina