Kapela, atau yang disebut juga chapel, berasal dari Polandia. Dimainkan dengan melibatkan cukup banyak orang, permainan ini bisa melatih tiga aspek.
Dari aspek motorik bisa melatih koordinasi, kecepatan, dan kekuatan. Dari sisi sosial bisa melatih kompetisi dan pengambilan keputusan. Sementara dari aspek kognitif, permainan ini mengasah kemampuan untuk memecahkan masalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain yang menjaga kapela harus secepatnya menyusun kembali batu yang roboh terhantam bola, lalu melemparkan topi yang dikenakan ke arah pelempar bola sebelum kembali ke posisi semula.
Di ajang TAFISA Games, beberapa pengunjung tampak antusias untuk mencobanya. Termasuk beberapa anggota Brigadir Mobil (Brimob).
"Ini merupakan permainan untuk semua usia. Permainan ini membutuhkan benda sederhana. Batu yang disusun membentuk seperti tower. Lalu melempar bola untuk merobohkannya," kata Profesor Malgorzata Bonikowska, yang merupakan ketua rombongan partisipan Tafisa Games 2016 dari Polandia
"Sekarang kami mencoba melakukan recover permainan ini dan permainan tradisional lainnya untuk generasi muda, agar menumbuhkan budaya untuk melakukan aktivitas fisik pada generasi muda. Ini menjadi misi utama dari permainan ini," tambahnya. (cas/din)











































