Baru Jalan 2-3%, Renovasi GBK Disebut Masih Sesuai Jadwal

Baru Jalan 2-3%, Renovasi GBK Disebut Masih Sesuai Jadwal

Mercy Raya - Sport
Kamis, 13 Okt 2016 17:02 WIB
Baru Jalan 2-3%, Renovasi GBK Disebut Masih Sesuai Jadwal
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Perkembangan renovasi Gelora Bung Karno baru 2-3 persen. Namun begitu INASGOC maupun Satgas Renovasi GBK menyebut semua masih sesuai jadwal.

Kamis (13/10) siang, Ketua INASGOC, Erick Thohir, bersama-sama perwakilan Satgas Renovasi GBK, menemani Menpora Imam Nahrawi dalam tinjauannya ke GBK. Ada tiga titik yang mereka datangi dimulai dari area lapangan tenis indoor maupun outdoor, lalu Stadion Utama GBK, dan venue akuatik.

Erick Thohir menyebut tinjauan ini bukanlah bentuk pengawasan namun lebih kepada pemberian dukungan. Terlebih November nanti akan ada rapat Koordinasi Komiter dengan Olympic Council of Asia, yang salah satu agendanya adalah melaporkan kemajuan renovasi venue.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ini bukan mengawasi, tapi lebih ke support. Semisal ada hambatan bisa segera dituntaskan, baik dari Kemenpora atau mungkin bisa dilaporkan pada saat rapat terbatas dengan Presiden RI dan Kementerian terkait," kata Erick, usai tinjauan ke venue akuatik.

Dari hasil tinjauannya, Erick pun meyakini renovasi ini bakal kelar Oktober 2017. Terlebih, Indonesia harus menggelar test event lebih dulu, di mana akan ada 10 cabang yang dipertandingkan sehingga venue-venue untuk cabang tersebut harus siap. Tidak hanya bangunannya tetapi atlet village, volunteer, hospitality dan airport, makanan, dan lainnya sesuai yang direncanakan untuk Asian Games 2018.

Sementara itu, Dirjen Cipta Karya, Sri Hartoyo, mengungkapkan alasan mengapa progress renovasi masih mencapai 2-3 persen. "Ini kan kontraknya design and build, jadi antara perencanaan dan pembangunan harus urut-urutan. Beda kalau untuk di tempat lain, seperti di Kemayoran untuk atlet village mungkin progress-nya jauh lebih cepat, karena di sana bangunan biasa dan tanah relatif kosong. Beda dengan sini, lambat di awal, tapi nanti ke depan lebih cepat. Karena ini sifatnya renovasi dan cagar budaya," kata Sri.

Di samping harus dibebani urusan renovasi venue-venue serta kawasan GBK, Satgas Renovasi nyatanya juga masih terhambat soal titik-titik lokasi yang menjadi bagian warisan budaya Indonesia sehingga masih harus menunggu perzinan Tim Sidang Pemugaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Setidaknya ada 6 bagian heritage yang tidak bisa diubah begitu saja, di antaranya tribun stadion renang, tribun stadion tenis, dan tribun stadion utama. Maka perlu ada izin melalui TSP yang akan menilai proses renovasi tidak merusak warisan budaya Indonesia.

"Ini renovasi cagar budaya, kami harus sepakat dengan sidang pemugaran. Jadi sebenarnya kalau sudah sepakat, selanjutnya tinggal lari kencang. Semoga dalam seminggu sudah selesai (soal warisan budaya)," katanya.

Adapun target renovasi hingga akhir tahun 2016 adalah 20 persen. Namun begitu, Ketua Satgas Renovasi GBK, Imam S. Ernawi optimistis bisa mengejar target tersebut. "InsyaAllah bisa terkejar," tukasnya. (mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads