Hal ini dilakukan guna melihat perkembangan sekaligus sebagai laporan untuk raker dengan DPR di pekan ini. Jadwal kunjungan yang sedianya dimulai pukul 13.00 WIB mundur menjadi pukul 14.30 WIB karena harus mengikuti rapat.
"Kami ke sini ingin melihat perkembangan di wisma karena sebelumnya kami melihat GBK. Tapi kami lihat di sini progress-nya cukup bagus," kata Erick, dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu perwakilan Pusat Pengelola Kawasan (PPK), Ditto Ferakhim, menyanggupinya. Sejauh ini kendala terberat yang dihadapi adalah cuaca yang terbilang ekstrim di akhir tahun.
"Kendalanya sejauh ini memang hanya curah hujan saja. Tetapi mudah-mudahan tidak terlalu signifikan pengaruhnya dan kita bisa lakukan pengerjaan karena bagian atasnya sudah hampir selesai mungkin bagian arsitekturnya bisa kita lakukan," kata Ditto.
Foto: Mercy Raya/detikSport |
Dari pantauan detikSport, tower-tower yang saat ini dibangun beberapa di antaranya sudah mulai pemasangan dinding. Beberapa juga ada yang tengah melakukan pengecoran dan hampir semua tower sudah berdiri di atas lahan seluas 10 hektar tersebut.
Kompleks wisma atlet ini akan terdiri dari 10 tower dengan 7.424 unit hunian. Masing-masing hunian bertipe 36 dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi.
Disebut Ditto, total ada 300 pekerja yang bertugas di setiap towernya dan dibagi dalam tiga shift.
"Dengan tiga shift itu sejauh ini pengerjaan on schedule. Per minggu persentasenya 2%, sedangkan perbulan sampai 8% dan ini kita masuk minggu ke-30," ungkap dia.
"Kendala teknis lain ada seperti keterlambatan material. Tapi itu sudah biasa di kami dan sudah masuk dalam schedule risiko kami," lanjut dia
Setelah mengunjungi wisma atlet, Erick melanjutkan dengan mendatangi Pulo Mas Jaya dan Velodrome, Rawamangun. (mcy/din)












































Foto: Mercy Raya/detikSport