detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 20 Okt 2016 18:42 WIB

Peparnas XV

Kisah Jatuh Bangun Mantan Paspampres yang Bangkit di Kursi Roda

Masnurdiansyah - detikSport
Foto: istimewa
Foto: istimewa
Bandung - Di saat tengah menikmati kariernya di militer, Puji Sumartono harus menerima musibah. Meski tak mudah, tapi ia tak lekas menyerah.

Puji adalah satu satu atlet dari kalangan (eks) militer yang tampil di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV di Jawa Barat. Ia tampil membela kontingen tuan rumah, turun di cabang olahraga tenis lapangan kursi roda.

Siapa sangka Puji pernah menjadi sopir pribadi Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tahun 2004 sampai 2007. Menjadi Paspampres sejak tahun 1997 adalah cita-citanya yang terwujud.

Lalu bagaimana perjalanan Puji menjadi seorang atlet Peparnas?

Puji menceritakan kisah haru yang sekaligus menjadi lembaran baru dalam perjalanan hidupnya. Ia tak pernah menduga dirinya akan menjadi atlet difabel, sampai ia mengalami kecelakaan di tahun 2007, yang mengakibatkan kakinya diamputasi.

"Saat lepas dinas, sekitar jam delapan pagi, waktu itu habis antar Wapres ke kantor, lalu malamnya saya mengalami kecelakaan. Saat itu saya pakai motor di wilayah Jakarta, terus ditabrak dari belakang sama kendaraan umum," ujar Puji kepada detikcom, Kamis (20/10/2016).

"Syok sekali saat itu. Memang saya sehat, tetapi 'kan sekarang difabel. Apalagi mempengaruhi tugas saya sebagai seorang Paspampers."

Butuh waktu lama bagi Puji untuk mengembalikan semangat hidupnya dalam menjalani karier di bidang militer. Tiga tahun dilaluinya untuk bisa kembali mendapatkan rasa hidup seperti sebelumnya.

"Dorongan keluarga memang menjadi faktor utama dari keterpurukan. Dari tahun 2007 sampai 2010 baru bisa bangkit lagi. Sejak tinggal di Pusrehab Kemenhan, ketemu sama yang senasib. Di situ mulai perlahan saya merasa bangkit," jelasnya.

Selagi bertugas di Pusat Rehabilitasi Cacat Kementerian Pertahanan, Puji pun perlahan-lahan mendapatkan gaung hidupnya untuk kembali bangkit. Dia lalu memilih olahraga tenis lapangan sebagai salah satu aktivitasnya.

Dari sekadar rutinitas, ternyata tenis menjadi sebuah jalan yang mengantarkan dirinya ke luar negeri dan membela nama Indonesia di kancah internasional.

"Kejuaran Open sudah ke Malaysia,Thailand, Srilanka, dan Korea. Prestasi terbaik di Malaysia tahun 2014 dan saat itu dapat emas. Dari situ saya mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa," kata pria yang tinggal di Depok, Jawa Barat, tersebut.

Kisah Jatuh Bangun Mantan Paspampres yang Bangkit di Kursi RodaFoto: istimewa

Di Peparnas XV Puji turun di nomor tunggal dan beregu. Ia berhasil menyumbangkan medali emas untuk kontingennya di nomor beregu.

"Ada dua lagi yang akan saya kejar, di nomor double dan nomor tunggal putra," kata dia.

Puji pun berpesan kepada seluruh masyarakat terutama untuk jajaran anggota TNI difabel untuk tidak terpuruk dan tetap bangkit.

"Walaupun kita sudah difabel, jangan terpuruk dengan keadaan. Mari kita bangkit berkarya di luar melalui olahraga. Dan kepada pemerintah, tetaplah perhatikan kami dengan kondisi apapun kami saat ini," imbuhnya.

(a2s/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com