Lifter Kena Doping, Federasi Juga Akan Disanksi

Lifter Kena Doping, Federasi Juga Akan Disanksi

Mercy Raya - Sport
Selasa, 25 Okt 2016 20:12 WIB
Lifter Kena Doping, Federasi Juga Akan Disanksi
Foto: Reuters
Jakarta -
Jika biasanya hanya lifter tersangkut doping yang dikenakan sanksi larangan bertanding, kini Federasi Angkat Besi International juga menetapkan sanksi yang sama kepada induk cabang olahraganya. Sanksi itu adalah larangan kepada federasi induk cabangnya untuk mengirimkan atletnya mengikuti kalender event IWF selama satu tahun.

Dalam Kongres International Weightlifting Federation (IWF) di Malaysia, Selasa (25/10/2016), salah satunya membicarakan soal kasus doping yang berkembang di kalangan lifter. Sebagai gambaran, sejumlah lifter Rusia terkena skandal doping usai Kejuaraan Dunia 2015 di Houston, Amerika Serikat, November 2015. Kasus itu membuat para lifter yang terbukti mengonsumsi doping tidak bisa turun pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Berkaca kejadian tersebut, IWF akan memperberat sanksi. Presiden IWF, Tamas Anjan, menetapkan larangan tampil tidak hanya jatuh kepada atlet yang terkena doping, tetapi juga terhadap federasi nasionalnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika ada lifter terbukti doping maka federasi negara juga terkena sanksi. Yakni, setahun tidak boleh mengikuti kalender kegiatan IWF, kecuali membayar biaya pengampunan," kata Anjan, yang dikuti Sekjen Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Sony Kasiran, dalam rilis kepada detikSport.

Tak hanya soal sanksi kepada federasinya, di bidang teknik, kongres IWF akan menerapkan regulasi baru dalam hal selisih maksimum dari total angkatan, saat permintaan angkatan pertama di entry list menjadi 20 kg baik di kategori putra maupun putri.

"Sebelumnya untuk putra 20 kg dan putri 15 kg. Tetapi sekarang disamakan. Selain itu, lifter yang dinyatakan sebagai pemenang kali ini harus lebih berat dari total angkatannya. Sebelumnya, kan, jika angkatan sama antara satu lifter dengan lifter yang lain ditentukan berdasarkan berat badan yang lebih ringan. Maka untuk tahun depan aturan itu tidak berlaku lagi. Lifter harus meminta minimal 1 kg lebih angkatan, untuk menentukan pemenang," jelas Sony.

Untuk peraturan kelas, IWF juga menambah kuota kelas yang akan dipertandingkan baik di bagian putri senior maupun junior. Jika sebelumnya hanya hingga kelas 75 kg, kini akan ada kelas 94 dan +94 kg. Sedangkan kelas untuk putra tidak ada perubahan. Kelasnya yaitu 56 kg, 62kg, 69kg, 77kg, 85kg, 94kg,105kg, dan +105kg.

Thailand Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Remaja 2017 dan Kejuaraan Dunia 2019

Dalam kongres itu juga telah diputuskan Thailand didapuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Remaja tahun 2017 dan tuan rumah Kejuaraan Dunia 2019 sekaligus pra kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

"Dengan penetapan Thailand sebagai tuan rumah pra kualifikasi Olimpiade Tokyo tentunya sangat menguntungkan buat kami, setidaknya bisa mengirim lifter lebih banyak lagi mengikuti olimpiade," tandas Sonny, yang juga anggota South East Asia Weighlifting Federation dan Asia anggota Asian Weightlifting Federation (AWF).

(mcy/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads