Tour de Indonesia Jadi Pemanasan Timnas Sebelum ke SEA Games 2017

Tour de Indonesia Jadi Pemanasan Timnas Sebelum ke SEA Games 2017

Mercy Raya - Sport
Selasa, 08 Nov 2016 18:50 WIB
Tour de Indonesia Jadi Pemanasan Timnas Sebelum ke SEA Games 2017
Foto: Screenshot
Jakarta - Atlet balap sepeda Indonesia dijadwalkan akan turun di Tour de Indonesia pada Juli 2017. Kegiatan itu akan menjadi pemanasan sebelum ke SEA Games 2017.

Setidaknya ada 24 atlet yang akan masuk dalam pelatnas Prima untuk dipersiapkan menuju SEA Games yang akan berlangsung 19-31 Agustus 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Sebelum menuju ke sana, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menjadwalkan atlet proyeksi Prima untuk turun di Tour de Indonesia (TdI) yang akan berlangsung pada Juli 2017.

"TdI ini memang akan menjadi salah satu ajang sebelum ke SEA Games nanti. Bahkan, Bapak Ketum sendiri (Raja Sapta Oktohari) juga akan menyiapkan pelapis untuk ikut dalam TdI ini," kata manajer timnas balap sepeda, Budi Saputra, di Menara Bidakara 2, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi mengatakan saat ini baru ada satu pelapis untuk timnas balap sepeda. Akan ada lapis keduanya untuk kegiatan ini. "Sementara ini masih ada satu pelapis, tapi nanti akan ada pelapis lagi. Artinya dua tim yang rencananya akan kami sertakan di TdI nanti," ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari, mengatakan akan secepatnya memulai pelatnas balap sepeda. Sebab, baru hari ini induk cabangnya mendapat kabar dari Satlak Prima terkait kuota yang diberikan yaitu 24 atlet, dari sebelumnya yang diusulkan 63 atlet.

"Kami baru dapat informasi hari ini, tentu secepatnya (Pelatnas PB ISSI) akan kita mulai," sebutnya.

Dibeberkan Oktohari, saat ini pengurusnya tengah mengevaluasi tour-tour yang ada di Indonesia, supaya ke depannya tidak semua atlet pelatnas bisa ikut tour-tour yang ada di Indonesia.

"Karena ke depannya atlet-atlet ini ukurannya bukan tour, tetapi perfoma. Jadi perfoma yang belum sesuai dengan standar yang kami tetapkan, itu tidak bisa sembarangan ikut tour. Nah cara pemilihannya inilah yang diukur," katanya.

Sementara soal keuntungan timnas bisa mengikuti TdI adalah karena kegiatan ini dinilai cukup prestisius. "Tour ini prestisius karena saya sendiri sejak pertama kali dilantik, pertanyaan kapan Tour de Indonesia? Nah ini sekaligus menjawab kerinduan tour de Indonesia itu sendiri. Karena setelah ini akan banyak lagi tour pekerjaan rumah yang akan kita lakukan,"

"Ini memang tantangan buat kami. Pertama Tour de Indonesia, kedua Tour de ISSI. Kemudian yang ketiga adalah trek. Kami sudah membentuk bidang baru sarana prasarana. Nah, tim ini akan keliling ke beberapa daerah. Lalu nanti juga akan melihat Kalimantan Timur katanya bisa digunakan. Mungkin itu bisa digunakan," pungkas Oktohari. (mcy/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads