DetikSport
Jumat 11 November 2016, 13:18 WIB

Emilia Nova Penjaga Estafet Lari Gawang Putri Indonesia

Mercy Raya - detikSport
Emilia Nova Penjaga Estafet Lari Gawang Putri Indonesia Foto: dokumen pribadi
Jakarta - Dedeh Erawati mulai turun di ajang Masters. Sang penerus sudah menyodok dan siap mengemban tugas. Dia Emilia Nova.

Perawakannya langsing. Kakinya jenjang. Rambutnya dicat pirang. Sedikit kenes. Penampilannya kekinian.

Kalau sudah membuka T-shirt dan tinggal mengenakan brasport, lengannya terlihat kencang. Perutnya juga sixpect.

Dia bukan model. Cewek itu, Emilia, atlet atletik DKI Jakarta. Nomor spesialisasinya sapta lomba dengan keistimewaan pada 100 meter lari gawang.

Sebuah bukti dipertontonkan Emilia saat tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Stadion Cibinong, Bogor. Penampilannya membetot perhatian publik kala meraih emas sapta lomba. Bukan cuma berhasil mendonasikan emas, tapi dia sekaligus mencetak rekor baru yang dikuasai Rumini selama 23 tahun.

Cuma itu? Tidak. Emilia juga memecahkan rekor PON milik Dedeh Erawati dari lari 100 meter gawang di nomor sapta lomba itu. Dalam perlombaan tersebut Emilia membuat catatan waktu 13,52 detik.

Belum selesai. Emilia kembali membuat catatan apik saat babak penyisihan di nomor lari 100 meter lari gawang sehari kemudian. Dia sudah membuat rekor PON dengan catatan waktu 13,50 detik untuk menyelesaikan lintasan. Saat tampil di babak final, Emilia bisa makin cepat. Catatan waktunya 13,35 detik di babak final. Dedeh, ratu nasional, di nomor itu ada di peringkat kedua.


"Mungkin orang berpikir saat itu saya pasti capek karena turun di sapta lomba dan nomor gawang. Tapi saya itu tipe orang yang semakin capek malah bagus," kata gadis kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1995 itu, dalam obrolan dengan detikSport.

Sukses Emilia menjadi sebuah harapan baru bagi lari gawang putri nasional. Sebab, Dedeh yang selama ini jadi tumpuan, mulai berumur. Bagus jika keduanya bisa bersama-sama jadi andalan Indonesia ke ajang internasional.

Kalau toh waktu Dedeh untuk gantung sepatu tiba, Emilia sudah makin matang dan siap meneruskan tongkat estafet sang ratu. Dedeh memang belum berpikir pensiun, namun faktanya dia mulai terjun di ajang Masters yang jadi tempat berlomba para atlet atletik veteran.

***

Emilia yang memang menyukai tekanan dan tantangan tak keberatan dengan tugas tersebut. Sejak awal keluarga memang sudah membiasakan dia untuk berkompetisi di olahraga, meskipun tak ada saudara yang berprofesi sebagai atlet.

Ayahnya, Zainur, akrab dengan olahraga karena hobi. Makanya Emilia juga sudah familiar dengan bermacam-macam kegiatan olahraga.

"Ayah itu hanya hobi olahraga saja. Jadi waktu saya kecil sering diajak lari, joging. Juga dikenalkan kepada taekwondo," kata Emilia.

Emilia Nova Penjaga Estafet Lari Gawang dari Tangan Dedeh ErawatiFoto: PB PON/ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Prestasinya di cabang olahraga taekwondo cukup menjanjikan. Emilia pernah juara se-Jabodetabek.

"Tapi kata ayah tidak perlu dilanjutkan karena cabang olahraga ini tidak fair. Penilaiannya cenderung subjektif," tutur Emilia menirukan sang ayah.

Dengan pertimbangan itu, Emilia dijuruskan ke nomor lari. Sejak 2010, Emilia memutuskan pindah cabang olahraga.

Latihan sih bukan masalah buat Emilia. Tapi soal senioritas sempat bikin Emilia keki. Lolos seleksi mewakili sebuah klub untuk ajang se-DKI Jakarta, dia dianggap tak layak oleh seniornya. Namanya tak masuk tim dan diganti atlet dengan hasil seleksi di bawah dia.

Untungnya persoalan itu tak bikin Emilia dan ayahnya kapok. Bersama ayahnya, Emilia mencari klub yang bisa menampungnya untuk latihan dan bisa mengantarnya untuk ikut kejuaraan. Mereka memutuskan untuk bergabung dengan klub Meteor.

Dua bulan latihan, Emilia membuktikan menjadi yang terbaik se-DKI saat usianya menginjak 15 tahun.

Sebuah latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta membuka jalan Emilia ke pelatnas. Ketua Umum PB PASI, Bob Hasan, yang langsung kepincut kepadanya. Melihat potensi Emilia, lewat ayahnya, Bob Hasan minta agar Emilia bisa dididik di Senayan. Tawaran itu diiyakan. Emilia dipoles di nomor jarak pendek.

Tapi rupanya karier di nomor 100 meter tak bagus. Selama dua tahun berlatih dan turun dalam turnamen, Emilia tak berkutik. Dia kemudian pindah nomor. Emilia memilih 100 meter lari gawang.

Dua minggu latihan, Emilia diturunkan pada kejuaraan di Nusa Tenggara Timur bersama Dedeh. Dia lolos posisi empat dengan catatan waktu yang lumayan.

Dari situ, Emilia terus berlatih hingga akhirnya dia juara di Jatim Open dan kejuaraan remaja menjadi yang pertama dan pecah rekor remaja. Sayang, saat itu pencatat waktu elektronik mati sehingga rekornya tidak diakui. Beruntungnya dia, karena hasil itu dia jadi lolos PON 2012. Meski pada saat perlombaan hanya mampu finis di posisi empat.

Karier di atletik diikuti bertambahnya usia. Setelah lulus SMA, dia pun kuliah di Universitas Negeri Jakarta. Di UNJ itulah Emilia berjumpa dengan seniornya, yang saat ini menjadi pelatihnya, Fitri Haryadi. Pelajaran berharga didapatkan. Emilia baru tahu kalau teknik berlarinya selama ini salah.

"Dia melihat teknik lari saya. Katanya jelek. Akhirnya saya dibantu dia, teknik lari segala macam. Lalu di Kejurnas senior dapat perak," tutur Emilia.

Tahun berikutnya, Emilia mencoba nomor baru yaitu sapta lomba. Meski belum dibilang spesialis, namun dia nekad ikut lomba dan juara 1 pada Agustus 2014.

Emilia Nova Penjaga Estafet Lari Gawang dari Tangan Dedeh ErawatiFoto: dok. pribadi

"Bulan Desember saya ikut pekan olahraga mahasiswa se-Asia Tenggara di Palembang, di nomor gawang saya dapat emas, sedangkan nomor sapta lomba dapat perak. Nah di gawang itu, sebelum saya lari di sapta lomba 14,26 detik. setelah itu saya lari di sapta lomba 13, 69 detik. Pecah rekor junior dari catatan waktu Agustine Bawele 14, 10 detik," kenang dia.

Tahap demi tahap dilaluinya. Hingga kemudian Emilia dipercaya masuk jajaran atlet pelatnas SEA Games 2015 Singapura. Emilia belum menyumbangkan medali. Dia finis di posisi empat dengan catatan waktu 13, 78 detik.

"Jadi sebulan jelang SEA Games itu antara Februari sampai Mei saya harus berkutat dengen cedera. Makanya efektif latihan baru sebulan. Sempat putus asa juga tetapi saya mencoba bangkit sampai akhirnya sembuh," kenangnya.

Dorongan motivasi dari pelatih dan keluarga, akhirnya membuat kepercayaan diri Emilia terus bangkit. Dua bulan, Emilia turun di Kejurnas untuk sapta lomba, dan poinnya naik lagi.

"Akhir tahun saya ikut perlombaan di Aceh, saya turun tiga nomor dan dalam sehari saya bisa empat kali lari. lari gawang dua kali dan lari 200 meter dua kali. Mungkin lelah ya, jadi saya kena cedera hamstring lagi selama lima bulan dari Desember 2015 sampai April 2016 itu. Karena merasa sudah sembuh, bulan berikutnya, saya ikut bertanding ini untuk meningkatkan kepercayaan diri saya."

Ini penting. Sebab, Emilia sendiri sudah dinanti PON 2016. Tekadnya besar meski hanya punya waktu tiga bulan berlatih. Dalam prosesnya, dia berhasil membuktikannya. "Saya cuma berpikir jika kita bersungguh-sunguh latihan disiplin pasti ada hasilnya. Bakat itu akan kalah dengan yang rajin karena kalau bakat tidak diasah atau digunakan maksimal. Ya tidak bisa juara," ucap dia.

Kini tantangan terdekat Emilia adalah medali emas SEA Games 2017. Dia akan turun di nomor sapta lomba dan 100 meter lari gawang.

"Di nomor gawang itu yang ditingkatkan start gawangnya. Kalau ingat PON kemarin, saya itu masih kalah dari Mba Dedeh dari gawang pertama sampai kelima. Dawang ke enam mulai sama, lalu gawang ketujuh saya bisa salip. Jadi antar gawangnya harus dipercepat," kata dia.

Kemudian catatan waktu dari setiap lompatan ke gawangnya. Disebutkan Emilia, catatan waktunya masih 1,07 detik di setiap gawangnya. Sementara jika ingin dapat catatan waktu lari 13,00 detik. Emilia harus melompati di setiap gawangnya minimal 1,02 detik.

"Begitu dengan teknik lari juga masih harus diperbaiki karena gawang perempuan kan pendek, jadi harus mendukung lari sprintnya. Beda sama yang cowo gawangnya tinggi, jadi lompatan dan sprint harus bagus."

"Ya, Insyallah pecah rekor nasional di gawang di SEA Games nanti dan pecah rekor lagi di sapta lombanya. Setelah itu fokus Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020," pungkasnya.

***
Biodata

Nama: Emilia Nova
Jakarta, 20 Agustus 1995
Anak pertama dari 2 bersaudara
Ayah : Zainur
Ibu : Delvia
Prestasi :
Juara 100 meter gawang di Asian University Games 2014 di Palembang dan Singapura 2016
Juara nomor 100 meter lari gawang U-21 Vietnam 2013
Runner-up Sapta lomba Asean University Games 2014
Juara 4x100 meter Hong Kong Open 2016
Runner-up 4x100 meter Vietnam Open 2016
Runer-up 100 meter lari gawang Singapura Open 2015
Juara 100 meter gawang ANQ track n field championship townsville, Australia
Klub :
Meteor 2010
FMM 2016





(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Australia Terbuka Super Series

    Tunggal Putra dan Ganda Putra Indonesia Habis

    DETIKSPORT | Kamis 22 Juni 2017, 15:39 WIB Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie tak mampu mengimbangi keperkasaan pebulutangkis top China, Lin Dan di dalam pertandingan babak kedua.
  • [Kuis] Sirkuit MotoGP Apakah Ini?

    DETIKSPORT | Kamis 22 Juni 2017, 13:01 WIB Sirkuit Assen yang menggelar MotoGP di akhir pekan ini merupakan salah satu trek paling tua di dunia. Bisakah kamu mengenali trek MotoGP lain dari masa ke masa?
  • Jelang MotoGP Belanda

    Marquez Kejar Podium Assen

    DETIKSPORT | Kamis 22 Juni 2017, 11:49 WIB Marc Marquez sudah tak sabar melaju di Assen setelah apa yang terjadi dalam balapan di Catalunya lalu. Podium MotoGP Belanda jadi target minimalnya.
  • FIA: Ada Beberapa Tim yang Ingin Gabung F1

    DETIKSPORT | Kamis 22 Juni 2017, 07:48 WIB Ajang balap Formula 1 saat ini tercatat diikuti paling sedikit tim sejak satu windu silam. Ada beberapa tim yang diklaim akan bergabung musim depan.
  • Jelang MotoGP Belanda

    Antusiasme Rossi untuk Balik ke Jalur Positif

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 19:11 WIB Valentino Rossi menatap MotoGP Belanda dengan antusiasme dan semangat besar setelah apa yang terjadi di Catalunya lalu. Ia ingin segera balik ke jalur positif.
  • Jelang MotoGP Belanda

    Target Vinales di Assen: Harus Naik Podium

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 18:37 WIB Rider Movistar Yamaha Maverick Vinales menyebut podium di Assen jadi keharusan buatnya, secara khusus setelah menjalani balapan yang sulit di Catalunya.
  • Australia Terbuka Super Series

    Ricky/Angga Pulang Lebih Awal

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 18:08 WIB Wakil-wakil Indonesia terus bertumbangan di babak pertama. Ganda putra Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama dipaksa berkemas usai kalah dari ganda putra Jepang.
  • Crutchlow Masih Dua Tahun Lagi di LCR

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 17:11 WIB Pebalap Inggris Cal Crutchlow belum akan berganti tim. Crutchlow telah resmi memperpanjang kontraknya dengan LCR hingga dua tahun ke depan.
  • Kondisi Nitya Belum Pulih 100 Persen

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 15:11 WIB Pemain ganda putri Nitya Krishinda Maheswari masih harus diparkir PBSI di ajang SEA Games 2017. Kondisinya masih belum pulih 100 persen.
  • Australia Terbuka Super Series

    Anthony dan Jonatan Maju ke Babak Kedua

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 14:15 WIB Setelah kekalahan Tommy Sugiarto, Indonesia akhirnya meloloskan dua tunggal putra yang tersisa ke babak II. Mereka adalah Anthony Ginting dan Jonatan Christie.
  • Karena PBSI Ingin Cari Ganda Putri Terbaik

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 13:49 WIB PBSI merombak pasangan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani untuk tampil di SEA Games 2017. Ketut dipasangkan bersama Rosyita Eka Putri Sari.
  • Momen-Momen Top Balapan di Assen

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 11:58 WIB Balapan grand prix di Sirkuit Assen acapkali menghadirkan momen-momen top. Menjelang MotoGP Belanda akhir pekan ini, yuk mengingat lagi momen-momen itu.
  • Statistik MotoGP Belanda

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 10:09 WIB Akhir pekan ini MotoGP 2017 akan berlanjut ke balapan seri Belanda di Sirkuit Assen. Berikut statistik untuk MotoGP Belanda tersebut.
  • Vettel yang Masih Antijejaring Sosial

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 07:17 WIB Driver Ferrari, Sebastian Vettel, masih belum menggunakan jejaring sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dia mengungkapkan alasannya.
  • Persiapan Murray Jelang Wimbledon Tak Ideal

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 06:04 WIB Andy Murray mendapat pukulan telak jelang Wimbledon. Petenis nomor satu dunia itu tak menjalani persiapan ideal usai langsung tersingkir di turnamen pemanasan.
  • Target dan Mimpi Zarco: Gantikan Rossi di Yamaha

    DETIKSPORT | Rabu 21 Juni 2017, 04:32 WIB Johann Zarco langsung bersinar di musim pertamanya di MotoGP. Pebalap Monster Yamaha Tech 3 itu punya mimpi menggantikan Valentino Rossi di tim pabrikan Yamaha.
  • Assen Jadi Favorit Marquez, tapi...

    DETIKSPORT | Selasa 20 Juni 2017, 23:58 WIB Marc Marquez mengaku sangat menyukai Sirkuit Assen dengan banyaknya hasil positif yang didapat. Namun, balapan di sana disebutnya tak pernah mudah.
  • Sebelum ke SEA Games, Tinju Ujicoba ke Mongolia

    DETIKSPORT | Selasa 20 Juni 2017, 22:09 WIB Sebanyak enam atlet pelatnas tinju bertolak ke Mongolia pada Senin (20/6) kemarin. Mereka melakukan ujicoba dalam rangka persiapan SEA Games 2017.
  • Skuat Minim Indonesia ke Australia Open

    DETIKSPORT | Selasa 20 Juni 2017, 18:29 WIB PP PBSI hanya mengirimkan kekuatan terbatas ke Australia Open 2017. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir salah satu yang turut terbang ke Sydney.
  • Jelang MotoGP Belanda

    Berlanjutkah Kemenangan Dovizioso di Assen?

    DETIKSPORT | Selasa 20 Juni 2017, 17:40 WIB Ducati sukses merebut kemenangan di dua seri terakhir MotoGP. Menatap MotoGP Belanda, akankah kegemilangan mereka berlanjut?