Menpora: Olahraga dan Pariwisata Harus Berkembang Bersama

Menpora: Olahraga dan Pariwisata Harus Berkembang Bersama

Mohammad Resha Pratama - Sport
Senin, 21 Nov 2016 06:16 WIB
Menpora: Olahraga dan Pariwisata Harus Berkembang Bersama
Foto: dok.Kemenpora
Magelang - Olahraga kini tak bisa lepas dari yang namanya pariwisata. Oleh karenanya, dua aspek itu diminta berjalan beriringan sekaligus berkembang bersama-sama.

Hal itu dikatakan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, saat acara pelepasan Borobudur Marathon 2016 di lapangan Lumbini Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (20/11) kemarin.

Hadir dalam acara ini Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S Dewabroto, Staf Khusus Menpora Bidang Keolahrahagaan Taufik Hidayat, dan Kadispora Provinsi Jawa Tengah Budi Santoso.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Imam, olahraga dan pariwisata saat ini saling berkaitan erat. Pasalnya, keberadaan event-event olahraga lokal yang menjamur saat ini bisa membangkitkan gairah pariwisata di kota tempat penyelenggaraan. Maka dari itu, Imam pun berharap provinsi-provinsi lain di Indonesia bisa menjalankan acara serupa.

Contoh saja seperti Tour de Singkarak yang menyambangi beberapa kota di Sumatera Barat yang turut juga mempromosikan kebudayaan serta objek pariwisata setempat. Atau beberapa tahun lalu pernah ada event balap sepeda Jawa-Bali bertajuk Tour de Indonesia.

"Trend olahraga saat ini adalah sport industry dan sport tourism, sehingga saat ini Kemenpora bersama Kementerian Pariwisata dan berbagai pihak terkait sangat intens mendorong berkembangnya olahraga industri dan olahraga pariwisata, disamping tugas utama kami dalam meningkatkan prestasi olahraga tanah air," ujar Imam dalam rilis yang diterima detikSport.

"Di tahun depan kami akan mendorong seluruh provinsi dan destinasi wisata di Indonesia agar mensinergikan olahraga dengan pariwisata, baik itu dengan marathon, sepeda dan olahraga lainnya, hal ini sebagai bagian dari promosi wisata Indonesia, sehingga target pemerintah dalam mendatangkan wisatawan luar negeri bisa tercapai," lanjutnya.

"Kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Jawa Tengah dan Bank Jateng serta segenap Direksi Cagar Budaya Candi Borobudur, yang telah mengemas dengan sedemikian rupa acara ini, sehingga terlaksana dengan baik dan mengalami perkembangan yang luar biasa terutama dari jumlah atlet. Saya berharap kegiatan serupa dapat diikuti oleh provinsi lain di Indonesia."

Sebanyak 20.000 atlet dari berbagai negara mengikuti kegiatan ini dengan memperebutkan hadiah senilai total Rp 3,2 miliar. Borobudur Marathon 2016 mempertandingkan berbagai macam kategori lomba yaitu Borobudur Ambassador Run and Celebrity Run sejauh 3K, Borobudur 10K, Borobudur Half Marathon sejauh 21 KM, Borobudur Full Marathon sejauh 42 km, dan Ultramarathon sejauh 120 km.

Khusus Ultramarathon, start mengambil tempat Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang. Pesertanya berasal dari beberapa negara meski atlet lokal tetap mendominasi. Jumlah keseluruhan peserta Ultramarathon ada 86 orang, dikemas bukan dalam bentuk lomba, melainkan wisata sehingga terbagi dalam tiga etape.


(mrp/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads