Surat itu dikeluarkan Menpora tanggal 22 November bernomor 110 tahun 2016 tentang Pencabutan Atas Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 61 tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Sebagai Tuan Rumah Pelaksana Pekan Olahraga Remaja II tahun 2017.
Di dalam surat itu tertulis bahwa untuk menindaklanjuti kebijakan Menpora yang tidak merekomendasikan dilaksanakannya PON Remaja II tahun 2016, perlu dilakukan pencabutan atas Keputusan Menpora Nomor 61 tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, kata Gatot, SK Menteri yang baru itu telah dikirimkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan ditembuskan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. "Sudah kami kirimkan."
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah berencana meniadakan PON Remaja 2017 karena alasan efisiensi. Pada 14 Oktober lalu, Menpora secara resmi berkirim surat kepada Gubernur Jawa Tengah.
Kemenpora menyebut alasan untuk meniadakan PON Remaja karena penyelenggaraan bersamaan dengan POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) XIV di Jawa Tengah. Pada awalnya, PON Remaja II dijadwalkan dilaksanakan pada Juni 2017 sementara POPNAS XIV pada September 2017.
Kemenpora juga menyebut kalau kedua event tersebut melibatkan junior dengan range usia sangat berdekatan. Demi efektivitas dan efisiensi pembinaan atlet, maka Kemenpora memutuskan untuk memprioritaskan salah satu event tersebut.
"Karena itulah dipandang perlu hanya lebih mememilih event POPNAS daripada PON Remaja, namun dengan kualitas pembinaan yang lebih baik," demikian bunyi surat itu.
Hal itu pun disayangkan KONI Pusat. Hingga akhirnya, KONI Pusat melakukan koordinasi dengan KONI-KONI Daerah dan memutuskan untuk tetap menggelar PON Remaja.
(Baca juga: Mirip dengan POPNAS, KONI Ngotot Ingin Lanjutkan PON Remaja)
Terkait hal itu, Gatot mempersilakan KONI jika seandainya masih ingin menggelar PON Remaja, kendati SK Menteri soal penetapan Jateng sebagai tuan rumah sudah cabut.
"Silakan saja. Kalau misalnya KONI masih mau ngotot menyelenggarakan PON Remaja. Ingin tempatnya di mana saja juga silakan. Tetapi kami tidak akan membantu anggarannya," kata Gatot, yang juga Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora ini.
(mcy/mfi)










































