Pemusatan latihan, pelatnas, cabang-cabang olahraga dalam rangka SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, akan dimulai pada 1 Desember mendatang. Tidak bagi cabang olahraga anggar.
"Tidak ada pelatnas anggar awal Desember mendatang. Prima sudah memberikan Surat Keputusan pemberhentian untuk anggar pada November lalu," kata Wakil Sekretaris Jenderal PB (Pengurus Besar) IKASI (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia) Hans Nayoan kepada detikSport, Rabu (30/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hans, setidaknya ada 12 atlet anggar yang harusnya sudah bisa masuk pelatnas kini terpaksa melakoni latihan di daerah masing-masing. Namun, ia juga mengatakan kalau Satlak Prima menjanjkan pemanggilan kembali pada bulan Januari.
"Tapi jika tidak? Ya semua tergantung bapak Ketua Umum PB IKASI. Tapi dengan program yang sudah dibuat tentu kami akan menyesuaikannya," sebutnya.
Hans pun menuturukan bahwa pada pertengahan Desember mendatang PB IKASI berencana mengadakan joint-training dengan atlet-atlet anggar dari Korea.
"Rencana training-nya di kawasan Jakarta. Namun jumlahnya belum pasti berapa karena sudah ada kerjasama itu sejak lama. Selain itu, kami juga rencana untuk mengontrak pelatih asing Korea untuk persiapan menuju SEA Games di Malaysia nanti. Masalah dibiayai atau tidak oleh prima, PB IKASI akan tetap mengkontraknya," ucapnya.
Anggar sendiri awalnya tidak akan dipertandingkan di SEA Games tahun depan. Setelah ada permintaan dari beberapa negara peserta barulah akhirnya anggar dipertandingkan kendatipun khusus nomor perorangan saja, sementara beregu tidak dipertandingkan.
Menyoal peluang anggar menyumbang medali di SEA Games, Indonesia sejatinya memiliki peluang lebih besar pada nomor beregu. Hal ini berkaca pada torehan di SEA Games 2015 ketika meraih medali perak di nomor tim sabre putra dan lima medali perunggu di nomor tim foil putra dan putri, tim sabre putri, dan tim epee putra dan putri.
Namun begitu, Hans meyakini dengan dukungan penuh dari PB IKASI maka atletnya tetap akan berjuang secara maksimal di nomor-nomor perorangan.
"Makanya ini semua tergantung perkembangan dari pelatih(asing)nya, sampai di mana dia bisa menerapkan ilmunya. Peta persaingan sekarang ini pun jauh lebih merata dan maju karenanya kami akan lebih fokus di nomor perorangan," tuturnya.
(mcy/krs)











































