Keterbatasan Tak Halangi Ilham Ikut SEA Age Group Swimming di Bangkok

Keterbatasan Tak Halangi Ilham Ikut SEA Age Group Swimming di Bangkok

Mercy Raya - Sport
Rabu, 07 Des 2016 16:42 WIB
Keterbatasan Tak Halangi Ilham Ikut SEA Age Group Swimming di Bangkok
Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Ilham Achmad Turmudzi jadi sosok spesial dari 20 atlet junior yang terjun di Kejuaraan Kelompok Umur se-Asia Tenggara di Bangkok. Dia bertarung di tengah keterbatasan.

Bergabung bersama atlet renang lainnya yang akan berangkat ke Thailand, Ilham tampak sama seperti atlet lainnya. Siang tadi dia memakai kaos berwarna merah dengan celana hitam.

Tapi siapa nyana, peraih empat medali emas Asian School Games di Palembang 2016 ini adalah atlet dengan keterbatasan mendengar dan bicara. Ilham hadir bersama lima rekannya untuk menghadiri pelepasan yang digelar PB PRSI di Bakrie Tower, pada Rabu (7/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan keterbatasan bicara dia memperkenalkan dirinya dengan terbata-bata. Ilham sendiri hadir di acara pelepasan itu ditemani ibunya. Ilham rencananya akan turun di nomor 200 meter gaya dada.

Usai pelepasan, detikSport mencoba untuk berbicara lebih jauh dengan Ilham. Dengan senyum yang ramah, Ilham pun mengantarkan detikSport kepada ibunya. Dengan isyarat seraya menunjukkan telinga dan mulutnya, Ilham menyarankan wawancara bersama ibunya. "Dengan ibu saja," kata Ilham dengan terbata-bata, seraya menunjuk ke arah ibunya, Siti Salsiah.

Menurut penuturan Siti, anak bungsunya ini memang kerap minta ditemani dirinya karena khawatir jika ada awak media yang bertanya dan tidak bisa ia jawab. "Kalau ada pertemuan seperti ini, Ilham memang sering mengajak saya. Dia minta saya karena kalau acara seperti ini pasti ada wartawan yang akan bertanya," katanya seraya tersenyum.

Permintaan ini mungkin wajar bagi Ilham, tapi Siti juga tidak ingin anaknya jadi terlalu bergantung dengan dirinya. Karenanya, setiap ada kesempatan Siti pun suka melepasnya.

"Sejak kecil saya selalu menerapkan kepada dia harus percaya diri. Saya juga bilang kalau dia harus berani. Pernah satu ketika dia bilang, 'Mah, saya tidak bisa menghadapi dia? saya bilang, mas (panggilan Ilham dari ibunya) pasti bisa, kalau tidak bisa mama akan berdoa untuk mas. makanya sampai sekarang pun dia berani dan percaya diri," ungkap Siti.

Siti pun kemudian bercerita awal mula anaknya bisa sampai menjadi seorang atlet. Menurut Siti, Ilham adalah anak yang aktif dan menyukai air. Ilham bahkan sering pergi sendiri ke kolam renang umum berjarak 1 kilometer hanya untuk berenang.

Menyadari hal itu, Siti pun mulai berpikir mengarahkan anaknya ke jenjang yang lebih jelas. Salah satunya dengan memasukkan Ilham ke sebuah klub renang Piramid di kawasan Cibinong.

"Waktu itu tahun 2008, kira-kira saat usia Ilham masih 10 tahun. Saya pribadi sama sekali tidak bermimpi menjadikan dia menjadi atlet. Saya memasukkan dia ke klub karena tekad saya supaya dia lebih terarah," kata Siti.

"Setahun bergelut di klub, tahun 2009 Ilham pun meraih medali pertamanya di kejuaraan antar klub untuk pemula. Dia meraih medali perunggu. Setelah itu banyak kejuaraan-kejuaraan lainnya diikuti sampai akhirnya masuk level nasional. Beberapanya banyak medali emas. Saya lupa yang jelas sudah banyak," ucap Siti sumringah.

Diakui Siti, memang tidak mudah menumbuhkan bakat ilham sampai bisa berprestasi seperti sekrang ini. Apalagi, Ilham kadang-kadang suka minder sendiri. Jika sudah begitu, aku Siti, berada yang paling depan untuk menguatkan Ilham.

"Pernah (minder) tapi saya tanamkan harus berani. Kami sebagai orang tua juga harus lebih kuat untuk kasih tahunya. Jadi kalau lihat mamanya kuat, dia pasti ikut kuat," katanya.

Hal itupun dibuktikan Ilham. Seperti baru-baru ini, walau dengan keterbatasannya, Ilham berhasil meraih empat medali emas di Asian School Swimming Championship 2016 di Palembang. Empat medali itu berasal dari 50 meter gaya dada, 100 meter gaya dada, 200 meter gaya dada, dan nomor estafet 400 meter putra gaya ganti.

Sebelumnya, anak pasangan Turmudzi dan Siti Salsiah ini juga berhasil melewati limit A untuk lolos ke Youth Olympic Games 2014 di Nanjing, China. Di kejuaraan di Singapura, Ilham mencatatkan waktu 2 menit 21,98 detik nomor 200 meter gaya dada, jauh lebih cepat dari catatan waktu yang ditetapkan FINA yaitu 2 menit 22,24 detik.

Namun sayang, mimpi untuk bertanding di Olimpiade harus batal lantaran Federasi Renang Dunia (FINA) hanya memberikan kuota empat atlet, dua putra dan dua putri. Ilham gagal karena secara ranking dia kalah dari dua perenang lainnya.

Bicara suka dan duka, Siti menyebut, semua adalah proses yang harus dijalani. Sebagai contoh menyoal anggaran. "Dukanya ya cukup banyak juga apalagi kalau dana tak turun ha.haha..haha. Kadang-kadang keperluan untuk menjadi atlet kan cukup besar seperti suplemennya dan lain-lain."

Sama halnya dengan Ilham yang bermimpi bisa bertanding di level Olimpiade 2020, sang Ibu, Siti, juga punya harapan yang sama kepada anaknya ini.

"Target kami ingin menjadi atlet Olimpiade karena sebelumnya dia kan gagal masuk karena kuota," harap Siti. (mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads