Pembangunan Infrastruktur Asian Games 2018 Ditargetkan Selesai November 2017

Pembangunan Infrastruktur Asian Games 2018 Ditargetkan Selesai November 2017

Meylan Fredy Ismawan - Sport
Kamis, 15 Des 2016 03:39 WIB
Pembangunan Infrastruktur Asian Games 2018 Ditargetkan Selesai November 2017
Foto: istimewa
Jakarta - Pekerjaan konstruksi infrastruktur Asian Games 2018 ditargetkan rampung sesuai rencana, yaitu bulan November 2017. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Dalam rilis yang diterima detikSport, Basuki mengatakan bahwa seluruh pembangunan infrastruktur untuk Asian Games 2018 akan selesai tepat waktu dengan kualitas sesuai standar Olympic Council of Asia (OCA), federasi olahraga internasional, dan standar olahraga nasional. Basuki menyampaikannya dalam pertemuan 5th OCA Coordination Committe Meeting Jakarta 2016, di Jakarta, Rabu (14/12), yang juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Presiden INASGOC (Panitia Pelaksana Asian Games) Erick Thohir, Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S Atmawidjaja.

Dalam pertemuan itu, Erick Thohir meminta penyelesaian infrastruktur Asian Games dipercepat. Terkait hal ini, Menteri Basuki telah memerintahkan kontraktor untuk melakukan waktu kerja 3 shift per hari selama 7 hari. Selain itu, kontraktor juga diminta menggunakan metode kerja yang efisien.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal rencana adanya pertandingan ujicoba (test event) yang akan digelar sebelum Asian Games 2018, Menteri Basuki juga memastikan bahwa infrastruktur sudah akan siap dipakai.

Menteri Basuki menambahkan, rata-rata progress pekerjaan konstruksi 11 venue olahraga yakni Stadion Utama, Stadion Renang, Lapangan Hockey, Lapangan Sepakbola A/B/C, Panahan, Stadion Tenis, Istora, per 14 Desember 2016 telah mencapai 12 persen dan masih sesuai jadwal. Seperti diketahui, pekerjaan pelaksanaan pembangunan/rehabilitasi venue GBK terbagi tujuh paket, yaitu AG 1 (Stadion Utama), AG 2 (Training Facility), AG 3 (Stadion Renang), AG 4 (Lapangan Hoki, Panahan, dan Sepakbola A/B/C), AG 5 (Istora), AG 6 (Stadion Tenis Indoor dan Centercourt,) dan AG 7 (Stadion Madya, Stadion Softball, Baseball dan Gedung Basket).

Untuk pembangunan Wisma Atlet Kemayoran, Menteri Basuki menyampaikan bahwa saat ini progress-nya di atas rencana yakni 37 persen dari rencana 35 persen. Ia menjelaskan bahwa Wisma Atlet Kemayoran terdiri dari 10 tower.

Tiga menara rumah susun (rusun) dibangun di Blok C2 dengan kapasitas 1.932 unit hunian dan tujuh menara di Blok D10 dengan jumlah 5.494 unit hunian. Setiap unit memiliki luas 36m2 yang dapat dihuni oleh tiga orang. Pada Blok D10 juga akan ada ruang makan dengan kapasitas 2.500 orang.

Untuk pembangunan rumah susun (rusun) Jakabaring, Palembang, yang akan digunakan sebagai wisma atlet untuk Asian Games 2018 ditargetkan selesai pada Desember 2016. Saat ini, dari lima rusun yang dibangun, dua tower di antaranya masih dalam tahap pembangunan oleh Kementerian PUPR, sementara tiga tower lainnya sudah selesai pada tahun 2015 lalu. (mfi/nds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads