Koordinator tim Ad Hoc Olympic Center, Shakyan Asmara, mengaku sudah menerima keluhan tim angkat besi terkait lantai latihan yang hancur. Besok, rencananya lantai akan diperbaiki.
"Tim Ad Hoc sudah koordinasi dengan plt Sesmenpora Yuni Poerwanti dan besok akan dikerjakan sesuai dengan permintaan alamsyah. Kami akan cor dengan semen yang kuat sekitar 20 cm sesuai permintaan pelatih. Tapi itu kan ada beberapa ruang jadi sebagian dulu," kata Shakyan saat dihubungi detikSport, Jumat (16/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Shakyan, gedung pemudi PP PON, Cibubur, yang digunakan lifter latihan saat ini hanya sementara. Sedangkan gedung permanen latihan angkat besi baru akan mulai dibangun tahun depan.
Adapun gedung yang digunakan adalah gudang stok yang lokasinya berada di depan gedung Popki PP PON--masih di kawasan yang sama.
"Jadi ini gedung lama cuma kondisinya masih bagus makanya kami renovasi. Luasannya hampir sama dengan gedung pemudi tapi kalau masih ada kebutuhan ruang lain akan dibangun juga."
"Sementara untuk lantainya kami sesuaikan dengan standar dan keinginan PB PABBSI. Sekarang ini gudang stok sudah ditinjau oleh Bapak Joko Pramono, pelatih Dirdja Wihardja, dan pak Alamsyah Wijaya sendiri. Sudah oke," ungkapnya.
Shakyan juga menyebut jika gedung permanen angkat besi ini berbeda dengan gedung tiga lantai yang saat ini tengah dibangun di kawasan PP PON sebagai Olympic Center.
"Untuk yang di bangunan tiga lantai akan dijadikan tempat latihan senam, gulat, anggar, judo dan beberapa cabor lainnya. Bahkan kalau memungkinkan panahan indoor di sana. Pokoknya semua fasilitas yang akan dibangun di Olympic center kami sudah minta pada tiap PP dan PB agar memberikan rancang bangun sesuai Olimpiade."
"Kami akan koordinasi terus dengan Satlak Prima. Kalau konsep latihan, program dan lainnya semua koordinasi antara PB/PP cabor dan Prima. Kami hanya fasilitator dalam hal ini Kemenpora meminta tim Ad Hoc untuk menyusun perencanaannya," ucap dia.
"Tapi karena panahan dan angkat besi sudah mulai masuk ke sini tentu kami juga membantu memperlancar proses pemindahannya seperti apa. Termasuk penginapan yang ke depan mungkin akan direnovasi supaya lebih bagus lagi."
Olympic Center didirikan dalam rangka memperkuat program Indonesia Emas (PRIMA) dan program-program olahraga prestasi lainnya. Melalui Olympic Center ini diharapkan upaya pencapaian prestasi bisa lebih fokus dan konsisten.
Rencananya akan ada 11 cabor yang akan memusatkan latihannya di sana. Cabang-cabang itu adalah angkat besi, panahan, judo, karate, senam, taekwondo, gulat, tinju, anggar, serta atletik dan panjat tebing. Pembangunan sendiri dipusatkan di kawasan Pusat Pengembangan Pemuda Olahraga Nasional Cibubur. Ada dua tahap pembangunan yang akan dilakukan.
Tahap pertama pembangunan dimulai pada Mei-Juni oleh kontraktor PT Pilar Cadas Putra dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan rencananya akan di-launching pada akhir Desember 2016. Tahap kedua, pembangunan akan dilanjutkan pada Januari hingga Desember 2017 dengan menggunakan anggaran dari Kemenpora. (mcy/din)











































