Latih tanding di Cilandak Commercial Estate, Jakarta, tersebut dilakukan pada 12-17 Desember sebagai salah satu usaha memoles tim demi mempersiapkan diri tampil di SEA Games Kuala Lumpur yang berlangsung pada 19-31 Agustus.
"Yang mengikuti latih tanding kali ini merupakan 24 atlet anggar terbaik Indonesia. Mereka bertanding dengan 18 atlet muda timnas Korea," kata Ketua Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Agus Suparmanto dalam rilis pers IKASI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus datangnya para atlet anggar dari Korea ke Indonesia, terlebih dengan biaya mereka sendiri, cukup membanggakan. Itu bisa dianggap bahwa Indonesia merupakan lawan latih tanding yang layak dalam menghadapi SEA Games yang akan datang.
"Sebab, seperti kita ketahui, posisi Korea dalam Cabor Anggar saat ini cukup baik, di mana mereka berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro kemarin," ujarnya.
Foto: IKASI |
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Latih Tanding Indonesia-Korea Khairuman, menyebutkan bahwa acara latih tanding seperti ini telah rutin dilakukan setiap tahun dan tahun lalu juga dilakukan dengan Korea.
"Nanti tanggal 22 Desember mereka akan datang lagi, dengan Timnas nya juga. Kedatangan mereka ini atas inisiatifnya sendiri dan ingin bertukar ilmu di sini. Ya tentu kita senang, sebab yang akan datang dari Korea juga salah satunya merupakan juara dunia, ya kita manfaatkan sebaik mungkin kesempatan ini," ujarnya.
Sementara itu, Chairman Referee dari Federation Internationale d'escrime (FIE) Kim Chang Gon, yang turut hadir dalam latih tanding tersebut, mengapresiasi kegiatan latih tanding antara Indonesia dan Korea ini.
"Saya berharap prestasi Indonesia akan terus meningkat ke level yang lebih tinggi," ujarnya.
(krs/fem)












































Foto: IKASI