Direktur High Perfomance cabang beladiri Satlak Prima, Djafar Djantang, mengatakan total ada 19 atlet yang saat ini menjalani pemusatan latihan di Apartemen Bellezza, Jakarta Selatan.
Saat ini mereka tengah menjalani program latihan perbaikan otot dan lainnya. "November kemarin kan habis tes, jadi sekarang ini fokus ke perbaikan. Jadi semua hal-ha yang dianggap kurang saat tes fisik itulah yang diperbaiki sekarang. Istilah kami itu masuk bengkel," kata Djafar ketika ditemui di Senayan, Rabu (21/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, untuk persiapan SEA Games tahun depan, yang dipanggil pelatnas oleh Satlak Prima mayoritas adalah atlet-atlet muda.
"Mereka ini rata-rata usianya di bawah 23-24 tahun. Atlet-atlet senior masih ada, tapi tidak banyak paling hanya lima orang saja. Seperti antara lain Hendro Salim, Suryadi, dan Jintar Simanjuntak masih kami panggil karena kami anggap mereka punya kans medali emas," ungkap Djafar.
Dalam pemanggilan atlet karate, Satlak Prima membaginya menjadi tiga level. Level pertama adalah atlet senior yang sebentar lagi akan pensiun, kemudian level dua adalah atlet muda yang sudah pernah turun di multievent, sementara level tiga adalah atlet-atlet yang baru muncul namun berprestasi pada PON 2016 Jawa Barat kemarin.
"Jadi memang ini mayoritas atlet muda-muda lah. Karena target kami sebenarnya bukan hanya SEA Games saja, tapi memproyeksikan mereka untuk Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020 Tokyo juga," kata Djafar.
Djafar belum bisa mengumbar soal target karate yang dipatok Prima di SEA Games 2017 nanti. "Potensi sudah ada, tapi kita masih lihat lagi setelah uji coba. Karena disitu akan kelihatan target riil kita seperti apa untuk cabang karate."
"Yang jelas selain tuan rumah, kita akan bersaing ketat dengan Vietnam. Sebab, secara postur tubuh mereka sangat bagus dan mereka benar-benar fresh," pungkas dia . (mcy/din)











































